Mocaf Berpotensi Dikembangkan

Penyuluh dari BPTP Kalbar, Sigit menjelaskan, masa tanam mocaf jenis penepung memerlukan waktu 9 bulan dari bibit hingga panen. Sementara hasilnya sekira 40 ton per hektare. Angka ini jauh melebihi jenis ubi kayu lainnya. Sementara untuk mocaf jenis pulen lebih singkat masa panennya, hanya 6 bulan.

“Hanya saja, mocaf ini hanya cocok untuk lahan yang punya ketinggian 300-600 meter di atas permukaan laut. Jadi daerah seperti Mentonyek ini sangat cocok sekali,” papar dia saat pesta panen Mocaf yang dikembangkan Kelompok Wanita Tani Baras Baru di Desa Mentonyek, Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, Selasa (29/10).

Selain keunggulan tepung mocaf dari harganya lebih murah, cara pembuatannya yang mudah, mengandum banyak nutrisi, tepung mocaf juga dapat digunakan sebagai bahan dasar berbagai makanan layaknya tepung gandum. Aplikasi tepung mocaf juga sangat beragam, misalnya untuk pembuatan kue tepung mocaf seperti brownies, kue kering dan masih banyak lainnya.

Kepala Seksi Distribusi Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, Lilis Silvina menyebut, mocaf menjadi jawaban isi pangan di Kalbar. Selain bisa menjadi berbagai olahan tepung, ubi kayu juga dapat diolah sederhana dan menjadi pengganti beras.(ars)