Moeldoko Sebut Ada OPM di Balik Kerusuhan Papua

UNJUK RASA: Mahasiswa asal Papua berunjukrasa di Jakarta, Kamis (22/8) sebagai respon atas terjadinya kerusuhan di sejumlah wilayah di Papua. BAY ISMOYO / AFP

Pulihkan Keamanan, Polri Kerahkan 1.200 Personel

JAKARTA – Otak kerusuhan saat aksi massa di Papua dan Papua Barat mulai terang. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (purnawirawan) Moeldoko menyatakan, aksi massa itu ditunggangi kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). Mereka bermain dengan memanfaatkan isu rasisme yang berkembang di Papua.

Moeldoko menyebutkan, OPM memanfaatkan kasus rasial kepada mahasiswa Papua untuk membuat huru-hara. Mereka bahkan berani mengibarkan bendera bintang kejora. ’’Kelompok politik itu, ada kelompok bersenjata, ada poros politik. Iya, memanfaatkan (isu rasial),’’ kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta.

Moeldoko menuturkan, saat ini terjadi paradoks dalam pembangunan di Papua. Presiden Jokowi ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sana lewat beragam pembangunan. Nah, OPM merasa terganggu dengan kebijakan tersebut. ’’Karena kalau Papua maju, mereka (OPM, Red) tak punya alasan sebagai bahan jualan ke luar negeri. Ini kita amati,’’ imbuhnya. Karena itu, lanjut mantan panglima TNI tersebut, kelompok itu sering mengganggu pengerjaan infrastruktur di Papua.

Di tempat terpisah, Presiden Jokowi memerintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menindak oknum-oknum yang melakukan diskriminasi dan rasis kepada warga Papua. Dia meminta mereka diproses hukum dengan tegas. Jokowi juga berencana mengundang para tokoh Papua dan Papua Barat ke istana untuk berdialog. Baik tokoh adat, tokoh masyarakat, maupun tokoh agama. ’’Bicara masalah percepatan kesejahteraan di tanah Papua,’’ imbuh mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menambahkan, saat ini kondisi di Papua sudah membaik. Keterangan tersebut disampaikan setelah berkunjung ke Papua bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Dia senang lantaran semua pihak di Papua punya kesadaran yang sama. ’’Tidak perlu dilanjutkan aksi-aksi yang justru merugikan kita, merugikan persatuan kita sebagai bangsa,’’ imbuhnya.

Read Previous

Meneladani Nabi Ibrahim dalam Mendidik Anak

Read Next

Kenali dan Lestarikan Budaya Lokal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *