Momentum Meraih Ampunan Allah

H. Satono, S.Sos.I, MH

Oleh: H. Satono, S.Sos.I, MH

Satu hal yang harus kita ingat,  kehidupan ini pasti akan berkahir. Kita sebagai manusia pun pasti mengalami satu fase terpisahnya ruh dari jasad yang kemudian kita sebut dengan kematian. Setiap kita pasti akan mati. Allah SWT berfirman, “Setiap yang bernyawa pasti akan mati…” (QS. Ali Imran :185). Kamatian itu sendiri  suatu  misteri. Tidak ada seorang pun yang tahu kapan, dimana dan dengan cara apa ia akan dimatikan.

Peristiwa demi peristiwa pun terjadi serta kita saksikan di sekitar kita bagaimana Allah terkadang mencabut nyawa para hamba-hamba-Nya secara tiba-tiba. Hendaknya peristiwa tersebut untuk kemudian dijadikan sebagai pelajaran berarti agar kita semakin mawas diri dan mengintropeksi diri agar menjadi pribadi lebih baik.

Peristiwa jatuhnya pesawat Sri Wijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang membawa penumpang beserta awak pesawat sebanyak 62 orang. Hari-hari ini kembali kita dikejutkan dengan tenggelamnya KRI Nanggala 402 beserta 53 awaknya. Dua peristiwa musibah ini memberikan pesan ternyata kematian itu sangatlah dekat dengan kita. Sejatinya langkah-langkah dari kehidupan ini adalah menuju kematian itu sendiri.

Lalu pertanyaannya adalah sudah siapkah kita menghadapi kematian itu? Tentu sebagian besar kita menjawab masih sangat tidak siap untuk menghadapi kematian. Menghadap Allah Ilahi Robbi serta mempertanggungjawabkan seluruh amal-amal selama hidup di dunia ini. Sedangkan sejatinya manusia adalah makhluk yang tidak pernah luput dari dosa-dosa dan kesalahan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW : Kullubni aadam khathoo’ artinya: “Setiap anak cucu adam tidak luput dari kesalahan.”

Namun demikian, Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Pengasih, Penyayang serta Pengampun. Pintu ampunan-Nya senantiasa terbuka luas bagi hamba-hamba-Nya yang telah terjerumus dalam kubangan dosa dan kemaksiatan. Allah SWT berfriman: “Katakanlah: “ Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).

Pada ayat ini Allah SWT hendak memberikan pesan kepada kita semua untuk tidak berputus asa dari rahmat dan kasih sayang Allah. Sebagaimana disebutkan Ibnu Katsir, ulama ahli tafsir terkemuka, beliau mengatakan: “ayat ini merupakan seruan kepada para pendurhaka, termasuk orang-orang kafir, agar bertaubat dan kembali kepada Allah SWT. Tidak berputus asa dari rahmat-Nya.”

Ketahuilah para pembaca budiman, orang baik itu bukan orang yang tidak pernah melakukan kesalahan, kealpaan serta kekhilafan. Namun orang baik itu mereka yang terjerumus dalam kubangan dosa dan kemaksiatan lalu ia sadar dan segera bertaubat kepada Allah SWT. Bukankah pernah dikisahkan dalam hadits Nabi SAW,  pada zaman Bani Israail ada seseorang yang melakukan tidak kriminal membunuh sampai genap 100 orang, namun ia memiliki keinginan kuat untuk hijrah. Atau mengutip istilah anak-anak melenial sekarang move on agar menjadi pribadi yang baik, agar dosa atas tindakan pembunuhannya sebanyak 100 orang tersebut mendapat ampunan Allah. Setelah meminta saran dari seorang yang alim lagi abid akhirnya orang tersebut disarankan untuk pergi ke suatu perkampungan, agar dikampung tersebut dia mendapat binaan sehingga bisa memungkinkan untuk ia menjadi pribadi yang baik. Namun sebelum tiba di perkampungan yang hendak dituju orang tersebut diwafatkan oleh Allah SWT. Singkat cerita orang tersebut mendapatkan ampunan dari Allah karena setelah diukur jarak antara kampung yang ditingglkan dengan kampung yang hendak dituju untuk ia berhijrah agar menjadi lebih baik ternyata lebih dekat posisinya dengan kampung yang hendak dituju.

Pembaca yang budiman. Sebagai bentuk kasih dan sayangnya Allah kepada kita kaum muslimin terkhusus orang-orang yang beriman. Maka Allah menganugerahkan serta hadirkan satu bulan dari 12 bulan yakni Bulan Ramdhan kepada kita. Bulan yang penuh serta bertabur dengan keutamaan. Bulan yang memiliki banyak sematan nama. Diantaranya Bulan Ramadhan disebut dengan bulan maghfiroh yakni bulan yang penuh dengan ampunan. Mengapa disebut dengan bulan maghfirah atau bulan pengampunan? Jawabannya adalah karena pada bulan tersebut amapunan Allah dihamparkan seluas-luasnya bagi hamba-hamba-Nya agar dosa-dosa yang pernah dilakukan dibulan-bulan sebelumnya mendapatkan ampunan Allah SWT.

Kalau kita mencermati hadits-hadits Nabi SAW maka kita akan sampai kepada kesimpulan bahwa amaliyah-amaliyah dibulan Ramadhan merupakan sarana penghapus dosa-dosa dan kesalahan kita para hamba-hamba-Nya. Pada siang hari misalnya, kita melaksanakan aktifitas berpuasa yang juga merupkan kewajiban atas umat Islam untuk mengerjakannya. Bukankah dengan berpuasa maka dosa-dosa kita akan diampuni oleh Allah. Sebagaimana sabda Nabi SAW: “Barang siapa yang berpuasa di Bulan Ramadhan dengan landasan keimanan serta mengharapkan pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”

Demikian pula pada malam harinya kitapun melaksanakan qiyam ramadhanatau shalat tarawih. Dan ternyata shalat tarawih yang kita kerjakan itu juga merupakan sarana untuk mendapatkan ampunan dari Allah. Sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi kita Nabi Muhammad SAW : “Barang siapa yang melakukan qiyam / shalat tarawih di Bulan Ramadhan dengan landasan keimanan serta mengharapkan pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.

Dua amaliyah Ramadhan ini saja yakni berpuasa dan shalat tarawih sudah menjadi landasan argumentasi yang kuat serta meyakinkan kita semua bahawasanya Ramadhan adalah bulan yang tepat untuk kita meraih pahala yang besar serta mendapatkan ampunan Allah SWT. Tentu masih banyak amaliyah-amaliyah Ramadhan lainnya yang belum memungkinkan untuk disampaikan pada tulisan kali ini.

Semoga kita semua termasuk orang-orang minal mustaghfirin yakni orang-orang yang senantiasa membasahi lisan dengan beristighfar memohon ampun kepada Allah sehingga ampunan Allapubisa kita raih. Wallahu ‘alam bis showab. (*)

Penulis adalah Bupati Sambas Terpilih

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!