Monstera Semakin Diburu, Harganya Tembus Jutaan Rupiah

MONSTERA: Seorang pedagang tanaman di kawasan GOR Pangsuma Pontianak menunjukkan koleksi tanaman monstera miliknya. Harga tumbuhan tropis ini melejit di tengah krisis Covid-19. ARISTONO/PONTIANAK POST

Monstera, Tanaman yang Bersinar di Tengah Pandemi

Tanaman hias kian menjadi tren di tengah pandemi virus Corona. Salah satu tanaman yang naik daun adalah Monstera. Tumbuhan liar yang awal mulanya berasal dari hutan tropis Amerika Selatan ini melejit harganya.

ARISTONO EDI KISWANTORO, Pontianak

Mengoleksi Monstera menjadi prestise tersendiri bagi para pencinta tanaman. Tidak terkecuali di Pontianak, tanaman berdaun hijau dengan ciri khas daun pecah atau bolong ini menjadi buruan para kolektor.

Ros Dewi Citra, salah seorang pedagang tanaman di kawasan GOR Pangsuma menyebut Monstera kini menjadi primadona di tempat usahanya. “Banyak orang yang cari Monstera sekarang. Karena memang daunnya cantik dan unik. Mungkin karena peminatnya banyak dan stoknya langka sehingga harganya menjadi tinggi sekarang,” ujar pemilik lapak bernama Pensirose Flora ini.

Monstera juga sangat mudah dirawat dan multiguna. Tanaman ini bisa ditempatkan di dalam pot sebagai hiasan outdoor. Namun indah pula bila dijadikan tanaman untuk mempercantik ruangan. Bahkan bila ditanam ala kebun atau langsung ditanam di tanah, Monstera pun tetap terlihat cantik.

Harga Monstera yang dijual Ros bervariasi, tergantung jenis dan ukuran sang tanaman. Belum lagi bila tanaman itu memiliki keunikan tertentu. Harganya bisa berkali-kali lipat. Paling mahal adalah jenis Monstera Parit Gatah (Variegata). Lalu ada janda bolong (Monstera Deliciosa), Monstera Monkings, Monstera Adansonil dan lain sebagainya. “Kalau Monstera Parit gatah ukuran sedang di tempat saya harganya Rp2,5 juta. Kalau bibitnya ratusan ribu tergantung ukuran. Kalau monstera jenis lain di bawah satu juta rupiah,” kata Ros.

Namun, kata dia, rekor di Pontianak ada yang menjual hingga Rp20 juta. Harganya mahal karena sudah besar dan tinggi. Butuh perawatan ekstra selama bertahun-tahun. Di hutan belantara, Monstera dapat tumbuh menjadi sangat besar: puluhan meter dengan daun yang menyebar hingga hampir dua meter. Untuk pembibitan saja butuh waktu tiga bulan. Tak heran stok tanaman ini terbilang relatif sedikit.

Menurut Ros, Monstera sebenarnya sudah masuk di Pontianak sejak satu dua tahun belakangan ini. Namun peminatnya semakin banyak dan namanya tiba-tiba booming saat pandemi Covid-19. Tidak hanya di Pontianak, popularitas Monstera terjadi di seluruh dunia. Ditambah lagi, banyak orang yang tidak mengantor, sehingga waktu luangnya dimanfaatkan untuk menanam dan merawat tanaman di rumah.

Tidak hanya para pedagang tanaman hias yang ketiban rezeki dari naik daunnya Monstera. Banyak juga orang yang menjadikan jual beli Monstera sebagai pendapatan sampingannya. Kurniadi misalnya, pegawai kantoran di Pontianak ini sebelumnya sudah lama menanam Monstera. Tetapi hanya sebagai koleksi pribadi.

Namun tiba-tiba harganya naik. Dia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Kendati hanya memasarkan lewat marketplace dan grup-grup Facebook, koleksinya laris manis. “Lumayan untuk bibit bisa Rp200 ribuan saya jual. Apalagi saya punya banyak waktu untuk menanam karena waktu itu ada kebijakan kantor bekerja dari rumah,” pungkas dia. (ars)

error: Content is protected !!