Motor Kelotok Masih Andalan

MELINTAS: Penumpang motor air berangkat ke daerah pesisir, Kabupaten Kubu Raya. Perahu klotok ini masih menjadi transportasi penting bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. NARASI & FOTO: HARYADI/PONTIANAKPOST

MOTOR kelotok masih menjadi transportasi andalan di daerah-daerah pesisir. Alasannya, kendaraan sungai paling mudah dan murah. Mudah, karena transportasi ini masih banyak mengarungi sungai kapuas hingga ke daerah perhuluan. Untuk jarak jauh dan bermalam, banyak menggunakan kapal bandong. Sedangkan, untuk jarak dua hingga lima jam perjalan, motor klotok masih jadi andalan.

‘’Misalkan mau ke Sukalanting, Kubu Raya, bisa tiga jam lebih menggunakan kendaraan ini. Dipacu bagaimana pun, jalannya ya tetap seperti itu. Beda dengan speedboat. Lebih kencang,’’ kata Anwar, guru di kabupaten Kubu Raya.

Namun, perahu klotok muatannya lebih banyak. Di atas, biasanya untuk barang. Sedangkan di tengah, lambung, diisi dengan penumpang. Jumlah penumpang pun relative. Bisa sepi, kadang ramai. Saat hari libur, dipastikan ramai. Terlebih, menjelang Idul Fitri dan Idul Adha. Sebab, warga di daerah-daerah pesisir, akan turun berbelanja ke kota Pontianak. Menggunakan sarana motor klotok ini.

Sebenarnya, imbuh Anwar, untuk mencapai Sukalanting sudah ada jalan darat yang bisa dilalui kendaraan bermotor. Tinggal nyebrang. Pun demikian, keberadaan motor klotok tetap diperlukan.

‘’Ya itu tadi. Daya angkutnya yang lumayan. Disamping, juga bisa berhenti dari satu dermaga ke dermaga lainnya. Asal masih satu jalur, misalnya ke Pontianak dari Batu Ampar, akan disinggahi begitu ada lambaian mereka yang menggunakannya,’’ katanya.

Jam operasionalnya pun terbilang lama. Jam 03.00 mereka sudah jalan, mengambil penumpang, yang kebanyakan ke Pontianak untuk berbelanja. Siang, mereka sudah kembali lagi ke daerah semula. Begitu rutinitas para penarik motor klotok, saban harinya. (*)

error: Content is protected !!