MTQ Sesuai Protokol Pandemi

MTQ : Para pengurus LPTQ Kalbar bertemu dengan Gubernur Kalbar Sutarmidji untuk meminta arahan terkait pelaksanaan MTQ XXVIII Kalbar di Kabupaten Sekadau tahun 2020, Selasa (11/8). IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST

PONTIANAK-Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVIII Kalimantan Barat (Kalbar) di Kabupaten Sekadau tahun 2020 rencananya bakal mengalami beberapa perubahan agenda menyesuaikan dengan protokol kesehatan Covid-19.   Ketua Umum LPTQ Kalbar Andi Musa mengungkapkan, MTQ tingkat provinsi akan dilaksanakan dengan beradaptasi pada situasi pandemi Covid-19. Sesuai arahan Gubernur Kalbar menurutnya ada beberapa kegiatan yang diambil alih LPTQ Kalbar untuk dilaksanakan di Kota Pontianak. Kemudian ada yang juga yang tetap dilaksanakan di Kabupaten Sekadau.

“Karena memang Sekadau ini kan sudah mempersiapkan diri menjadi tuan rumah. Hanya yang di Sekadau ini, nanti itu yang sifatnya tidak mengumpulkan massa yang banyak,” ungkapnya usai audiensi dengan Gubernur Kalbar Sutarmidji, Selasa (11/8). Lebih lanjut pihaknya bakal melaksanakan rapat teknis bersama para pengurus LPTQ termasuk panitia daerah di Kabupaten Sekadau. Terutama untuk menentukan dari beberapa jenis lomba, cabang-cabang mana saja yang bisa dilaksanakan di Kota Pontianak dan mana yang dilaksanakan di Sekadau.  “Sehingga mungkin yang sifatnya massal supaya menjadi perhatian ditiadakan, misalnya malam pembukaan tidak bisa lagi di lapangan terbuka. Hanya terbatas dan itu perwakilan saja yang hadir,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut Gubernur Kalbar juga akan mengupayakan hadir secara langsung membuka kegiatan di Kabupaten Sekadau. Sesuai jadwal yang sudah ditetapkan rencananya MTQ tingkat provinsi bakal berlangsung 7-13 September 2020 mendatang. “Nanti setelah ini kami akan rapat dengan panitia pelaksana, Pak Bupati (Sekadau) dengan timnya di sana, kira-kira apakah masih sanggup 7-13 September, kalau tidak sanggup kira-kira berapa lama mereka persiapan. Kalau dari hari ini (kemarin), kan berarti kurang lebih 26 hari lagi,” paparnya.

Pelaksanaan MTQ tingkat provinsi menurutnya memang tidak bisa ditunda terlalu lama. Itu karena telah menunggu rangkaian kegiatan selanjutnya yakni MTQ Tingkat Nasional XXVIII Tahun 2020 di Sumatera Barat pada 12-21 November 2020. “Jadi kalau mislanya kami selesai 13 September artinya kurang lebih tinggal dua bulan. Kalau mundur lagi berarti semakin dekat waktunya kami untuk pesiapan tingkat nasional,” jelasnya.

Meski demikian ia memastikan kesiapan menghadapi MTQ Nasional sudah cukup matang. LPTQ Kalbar sudah mengambil langkah-langkah seperti pemetaan qari dan qariah serta pelatihan di sekretariat LPTQ Kalbar. Untuk memastikan para peserta terbebas dari Covid-19, pihaknya akan melakukan tes swab atau arapid test kepada semua peserta yang hendak mengikuti MTQ di Sekadau. Pemeriksaan bisa dilaksanakan dua hari sebelum keberangkatan. “Itu tadi yang beliau (gubernur) pesankan semua yang berangkat ke Sekadau harus dites (Covid-19). Sehingga betul-betul riil bahwa mereka yang berangkat ke sana dalam keadaan sehat. Beliau minta perhatikan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Kantor Kemenag Kalbar Ridwansyah menambahkan, hasil dari pelaksanaan MTQ tingkat provinsi memang sekaligus sebagai persiapan MTQ Nasional. Oleh karena itu pihaknya berharap kontingen Kalbar nantinya bisa berlaga dengan baik di tingkat nasional dan bisa meraih prestasi. “Ini harapan kami dan tentu saja persiapan yang dilaksanakan LPTQ ini perlu kami dukung semua, termasuk seluruh masyarakat Kalbar dan juga masyarakat di Kabupaten Sekadau sebagai shohibul bait (tuan rumah) nanti pelaksanaan di tingkat provinsi,” harapnya.

Ia menilai persiapan yang sudah dilakukan LPTQ Kalbar dan pemerintah daerah Kabupaten Sekadau sebagai tuan rumah sudah sangat luar biasa. Tinggal bagaimana pelaksanaannya nanti harus beradaptasi dengan kondisi pandemi Covid-19. “Tentu masyarakat paham ini kondisi Covid-19 yang kita semua harus menyesuaikan,” tutupnya.(bar)

loading...