MTQ XXVIII Kalbar Dijadwalkan September, Persiapan Terus Dimatangkan

RAPAT MTQ: Panitia MTQ tingkat Provinsi Kalbar di Kabupaten Sekadau saat menghelat rapat bersama membahas penundaan pelaksanaan MTQ XVIII, yang dihelat di ruang serbaguna Kantor Bupati Sekadau, kemarin pagi. HUMAS PEMKAB SEKADAU FOR PONTIANAK POST

SEKADAU HILIR-Panitia Musabawah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVIII tingkat Provinsi Kalimantan Barat menggelar rapat penundaan pelaksanaan MTQ XXVIII, yang dilaksanakan di ruang serbaguna Kantor Bupati Sekadau, kemarin pagi. Rapat tersebut dipimpin oleh ketua harian MTQ XXVIII Kalimantan Barat sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sekadau, Zakaria bersama jajaran panitia MTQ XXVIII.

Dalam pesannya, Zakaria menyampaikan bahwa rapat tersebut dilaksanakan untuk melihat persiapan di berbagai bidang yang melaksanakan program dan kegiatannya. Sebagaimana diketahui, lanjutnya, bahwa pelaksanaaannya pertama kali dijadwalkan berlangsung pada 13 sampai 19 April lalu harus diundur hingga September 2020 dikarenakan kondisi dan situasi yang dinilai tidak kondusif di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Kita ketahui bahwa untuk pelaksanaan MTQ ke-28 tingkat Provinsi Kalbar yang di helat di Sekadau dijadwalkan pertama kali digelar pada 13 sampai 19 April. Namun dikarenakan situasi sedang Covid-19 jadi diundur hingga lepas idul fitri, pada tanggal 14 sampai 20 Juni. Sampai kemarin, kondisi belum kondusif, sehingga ditunda lagi menjadi tanggal 7 hingga 13 September mendatang,” jelas Zakaria.

Dalam hal ini, kata dia, yang perlu diperhatikan adalah persiapan yang harus terus berjalan. Untuk yang kemarin sudah hampir rampung pengerjaannya, perlu dilakukan perawatan dan diperhatikan secara berkala. Kemudian hal lain, kata dia, yang perlu dijadikan atensi adalah melanjutkan apa yang dirasa masih perlu dipersiapkan, baik itu yang perlu disesuaikan maupun diganti.

Dia menambahkan, apabila pelaksanaan MTQ X XVIII tingkat Provinsi Kalbar tersebut dilaksanakan pada 7 September, maka hal yang akan menjadi indicator kesuksesan penyelenggaraan itu bukan lagi ramainya pembukaan kegiatan, namun dinilai dari ketaaan peserta maupun hadiri terhadap protokol kesehatan di tengah wabah Covid-19.

“Kalaupun jadi dilaksanakan pada tanggal 7 September terkait MTQ ini, maka yang perlu kita perhatikan untuk mensukseskan kegiatan ini adalah memastikan protokol kesehatan tetap berjalan, bukan lagi pada ramai atau tidaknya massa.Maka dari itu, kita juga akan lihat kemungkinan penggunaan teknologi virtual, jadi masyarakat dapat menyaksikan langsung dari rumah masing-masing atau dimanapun berada,” paparnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua LPTQ Kabupaten Sekadau, Nurhadi menegaskan masih optimis bahwa kegiatan MTQ XXVIII tingkat Provinsi Kalbar di Kabupaten Sekadau tetap akan dilaksanakan dan berjalan sukses. Untuk itu, ia meminta agar persiapan terkait hal-hal yang diperlukan dalam persiapan kegiatan tersebut lebih dimatangkan kedepannya.

“Apabila tetap dilaksanakan pada bulan September, tentu aka nada persyaratan yang mesti dipenuhi oleh panitia maupun peserta. Diantaranya tentunya terkait protokol kesehatan di setiap kegiatan, agar nantinya pada pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” tutupnya. (sig)