Mubes MABT Kalbar, Cari Ketua Umum

Istimewa

PONTIANAK – Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) akan melaksanakan Musyawarah Besar pada 28 – 29 Maret 2020 dengan salah satu agenda utamanya adalah pemilihan ketua umum. Demikian disampaikan Ketua Panitia Mubes MABT, Bong Bie Chiung kepada Pontianak Post, kemarin.

“Kepengurusan MABT telah berakhir 2019 lalu. Sekarang saya mendapat mandat untuk menyelenggarakan mubes ini. Harusnya Mubes MABT sudah dilaksanakan. Namun karena momentum Imlek dan Cap Go Meh makanya baru bisa diadakan waktu dekat ini,” katanya.

Sebagai persiapan pelaksanaan Mubes MABT, pihak panitia berencana menghadap Gubernur Kalbar untuk melaporkan kesiapan sekaligus meminta arahan dan petunjuk.

Dalam mubes kali ini, panitia mengambil tema “MABT Solid, Masyarakat Kuat, Indonesia Maju”. Dipilihnya tema itu sesuai dengan kondisi bangsa saat ini, di mana soliditas semua pihak diharapkan mampu menjadi bagian dari kekuatan masyarakat dalam membangun Indonesia yang maju.

Sementara itu, Sekjen MABT periode sebelumnya, Rinaldy Tan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan pemerintah kabupaten/kota serta seluruh organisasi etnis yang ada atas dukungan dan kerjasama yang baik selama ini. Dukungan dan kerjasama ini diharap dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.

“Kita mengharapkan siapapun yang terpilih nanti adalah sosok yang mampu membawa MABT melompat jauh lebih baik lagi. Ketua MABT ini tidak ada honornya bahkan banyak berkorban moril dan materil karena ini organisasi sosial kemasyarakatan,” katanya.

Sekretaris Panitia, Yandi menjelaskan berdasarkan ketentuan AD/ART Pasal 14 Ayat 2 Butir a disebutkan bahwa calon ketua umum nantinya diusulkan oleh DPP dan DPD kabupaten/kota.

Artinya akan muncul dua opsi dalam proses penjaringan. Opsi pertama Calon Ketua melobi DPP atau DPD agar diusulkan dalam Mubes atau DPP dan DPD melobi figur calon yang dianggap mumpuni untuk bersedia dicalonkan dalam mubes. “Tugas kita di kepanitiaan memastikan semua berjalan dengan baik. Mengenai siapa kalah siapa menang siapa salah siapa benar, beda pendapat dan sebagainya itu adalah dinamika yang wajar dalam setiap organisasi dan kita tentu harus bisa menyikapinya dengan kedewasaan,” tutupnya.(iza)

 

Read Previous

Motif Percobaan Bunuh Diri Terungkap

Read Next

Akhirnya Enam Peladang di Sintang Bebas