Muda Jiwo Siap Damai

Beri Respon Positif Upaya Mediasi

SUNGAI RAYA – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan dan Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo memberikan respon positif terhadap upaya mediasi yang akan dilakukan para partai pengusung mereka.

Saat ditemui usai menghadiri rapat paripurna jawaban bupati atas pandangan umum fraksi DPRD Kubu Raya terhadap Raperda Usulan Pembentukan Lima Desa Baru di Kubu Raya, Rabu (24/6), Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menyatakan akan menghargai upaya partai pengusung yang akan melakukan mediasi terhadap masalah yang terjadi saat ini. “Mengenai mediasi itu saya serahkan ke partai pengusung-lah, kita hormati upaya mediasi yang akan dilakukan partai pengusung,” ucap Muda.

Muda juga mengaku, sebelumnya partai pengusung juga telah menemui dan berkomunikasi dengan dirinya untuk membicarakan upaya mediasi antara dirinya dengan Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo  “Intinya proses upaya mediasi saya hormati. Saya menghargai  upaya partai pengsung ini dalam menjalankan perannya. Intinya saya siap dimediasi dengan tujuan dan itikad baik,” tegas Muda.

Muda menambahkan, salah satu alasan dirinya siap dimediasi tersebut adalah demi rakyat Kubu Raya yang saat pandemi Covid-19 ini butuh ketenangan dan jauh dari keresahan dan kecemasan berlebihan.

Secara terpisah, Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo juga memberikan sinyal positif untuk siap dimediasi partai pengusung. “Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada partai pengusung saya akan hargai upaya mreka dan tentunya siap dimediasi,” kata Sujiwo singkat.

Sebelumnya, upaya mencari solusi terbaik atas perseteruan yang terjadi antara Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan dan Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo tengah dilakukan partai pengusung Muda-Jiwo.

Baru-baru ini partai-partai pengusung bersama beberapa tokoh agama di Kubu Raya secara terpisah juga telah mendatangi Muda Mahendrawan dan Sujiwo. “Senin sore lalu (22/6) kami beberapa partai pengusung seperti dari Demokrat, PDIP, PKS, Nasdem, PPP, Gerindra sudah mendatangi dan bertemu pak Muda dan Pak Sujiwo secara terpisah untuk membicarakan upaya mediasi yang kami lakukan,” kata M. Amri dari Partai Keadilan Sejahtera kepada Pontianak Post, Rabu (24/6) di Sungai Raya.

Amri menerangkan, perwakilan partai pengusung yang datang menemui Muda-Sujiwo yaitu Agus Sudarmansah dari PDI Perjuangan,  Amri  dan Salahuddin dari PKS, KH Hanafi dari Partai Nasdem, KH Ahmad Sudi dan Junaidi dari PPP, Umi Kulsum dari Partai Gerindra  dan Usman dari Partai Demokrat.

Wakil Ketua DPRD Kubu Raya dari Partai Demokrat, Usman menambahkan, kedatangan partai pengusung tersebut bertujuan meminta kepada Muda Mahendrawan-Sujiwo untuk berdamai, kemudian bisa kembali bersama-sama membangun Kubu Raya yang lebih baik dan maju.

“Kalau memang masih ada persoalan yang masih mengganjal mari kita selesai secara bersama-sama dengan cara baik-baik,” ucapnya.

Setelah pertemuan tersebut, dalam waktu dekat partai pengusung akan kembali memfasilitasi pertemuan langsung antara Muda Mahendrawan dengan Sujiwo. “Saat ditemui secara terpisah, saya melihat kedua belah pihak, baik Pak Muda maupun Pak Jiwo tampak baik responnya. Kami juga mohon doanya dari semua pihak terutama masyarakat Kubu Raya agar upaya mediasi ini bisa berjalan lancar sehingga keduanya bisa sama-sama kembali memimpin dan membangun Kubu Raya,” ungkapnya.

Politisi Partai Demokrat ini pun mengutarakan terimakasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya yang memberikan respon positif saat para partai pengusung berupaya melakukan komunikasi untuk selanjutnya melakukan mediasi.

Usman menerangkan, baik Muda maupun Sujiwo, sama-sama menghormati dan menghargai upaya yang dilakukan partai pengusung  dan berupaya menahan diri untuk sama-sama berusaha memperbaiki hubungan yang terkesan kurang harmonis saat ini.

“Mungkin akan ada pertemuan lanjutan nanti, tergantung situasi dan kami akan berusaha semaksimal mungkin memperbaiki hubungan keduanya ini sesuai kapasitas yang ada pada kami,  karena sekali lagi bahwa kami mengusung beliau berdua menjadi bupati dan wakil bupati untuk priode 2019-2024. Jadi tidak ada istilah mundur-mundur dari jabatan,” tegasnya.

Ditanya mengenai jadwal mediasi dan mempertemukan dua pemimpin Kubu Raya tersebut, Usman belum bisa memberikan jawaban pasti. “Insyaallah secepatnya akan kami upayakan pertemukan keduanya dan dimediasi, cuma memang waktunya belum kami bisa pastikan mengingat kesibukan masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, menanggapi upaya partai pengusung yang akan melakukan mediasi terhadap Muda-Sujiwo, Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Suharso mengatakan di dalam undang-undang menyebutkan, bahwa pemerintah daerah itu terdiri dari bupati dan DPRD. “Seyogyanya jika ada persoalan di pemerintah, itu DPRD juga harus ada di dalamnya. Karena ini ada persoalan politik, tentunya kami berharap ada mediasi. Dan DPRD memang harus menjadi penengah untuk memediasi keduanya,” kata Suharso kepada wartawan.

Suharso menilai, kalau terjadi gejolak di daerah, tidak hanya roda pemerintahan yang terganggu namun juga berdampak ke masyarakat. “Pihak eksekutif seperti bupati, wakil bupati dan DPRD itu simbol dari daerah ini, tentulah kita orang-orang terpilih dan dipercayakan dari sekian ratus ribu warga Kubu Raya ini harus memiliki sikap bijak ketika ada masalah,” ungkapnya.

Politisi Partai Golkar ini menilai dalam tata kelola pemerintahan jika sewaktu-waktu terjadi selisih paham dan selisih pendapat merupakan hal biasa, namun tentu saja kata Suharso sebagai bagian dari representasi perwakilan masyarakat, tidak menginginkan masalah yang ada menjadi gaduh.

“Kalau ada persoalan mari kita biacarakan, karena ranahnya memang ada.  DPRD  dalam hal ini tidak hanya sebatas sebagai partai pengusung, namun juga semua pihak terkait lainnya  kita harus terlibat menyelesaikan,” jelasnya.

Selain pihak parlemen, lanjut Suharso sebenarnya jika ada pihak lain seperti rekan-rekan dari kalangan  tokoh agama dan tokoh masyarakat jika bisa dilibatkan untuk turut memediasi terhadap masalah yang terjadi.

“Semua kita harus belajar menekan tensi yang sifatnya mungkin sedikit menunjukkan kedewasaan kita dalam bertatanegara. memang politikus menyediakan ruang, ada saatnya kita bersaing, seperti saat musim Pilkada, namun ada saatnnya kita harus menjadi negarawan.

“Hari ini Kubu Raya memerlukan pemikiran seorang negarawan, siapapun dia. Sering saya sampaikan ke kawan-kawan, hari ini Kubu Raya itu ibaratnya baru terserang flu. Makanya kita berkewajiban agar flu ini tidak melebar, paling tidak kita berikan obat. Jangan malah membuat flu ini menjadi flu berat,” paparnya.

Makanya kedewasaan dalam berpolitik hari ini harus menunjukkan sebagai seorang negarawan. “Ingat semua ini adalah amanah, amanah dari masyarakat dari Kubu Raya. Juga yang paling penting jabatan kita hari ini adalah amanah dari Allah SWT. Jadi apapun tindakan, perkataan, perbuatan, tingkahlaku kita pada hari ini, selain dipertanggungjawabkan ke masyarakat Kubu Raya, juga harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah,” pungkasnya. (ash)

error: Content is protected !!