MUI Ajak Warga Kalbar Sholat Istisqa di Mujahidin

karhutla

PADAM: Tim Satgas Karhutla Sengah Temila berusaha memadamkan api di lahan PT ANI, Dusun Semayam Desa Sebatih, Rabu (18/9) lalu. Setelah lima hari, api berhasil dipadamkan. ISTIMEWA

PONTIANAK—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Barat mengajak dan menghimbau seluruh elemen dan umat Islam di Kota Pontianak dan sekitar guna melaksanakan Shalat Istisqa. Ajakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran yang diterbitkan Dewan Pimpinan MUI Kalbar ditujukan kepada umat Islam dan ormas Islam.

Dalam surat tersebut, rencananya Shalat Istisqa akan dilaksanakan pada hari Sabtu (21/9) besok pukul 07.00 Wib pagi di Halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Rencananya Imam oleh H. Mahsuf Nahyus dan Khatib KH. Syaifuddin Zuhri.

Masih dari surat edaran tersebut ditanda tangani langsung Ketua Umum DP MUI Kalbar Basri HAR dan Ketua Umum Yayasan Mujahidin Thamrin Usman, bekerja sama dengan Baznas Kalbar.

“Sebelum pelaksanaan Shalat Istisqa, kami mengimbau kepada umat Islam untuk memperbanyak istighfar dan memohon kepada Allah SWT atas segala kesalahan serta berpuasa tiga hari sebelum melaksanakan Salat Istisqa,” demikian bunyi kutipan surat tersebut.

Memang beberapa hari sebelumnya, Shalat Istisqa dilaksanakan serentak di Kabupaten/Kota se-Kalbar pada Rabu(18/9). Shalat Istisqa dimaksudkan guna memohon kepada Allah SWT guna sekiranya dapat merahmati bumi Kalbar dan Indonesia dengan menurunkan hujan, mengingat i kondisi Kalbar terjadi kabut asap pekat akibat karhutla.

Karhutla yang terjadi di Kalbar jelas mengakibatkan kualitas udara telah memasuki level sangat tidak sehat bahkan berbhaya untuk kesehatan masyarakat. Di satu sisi pemerintah daerah se-Kalbar juga sudah mengeluarkan kebijakan meliburkan sekolah mulai dari tingkat PAUD, TK SD, SMP hingga SMA. Sementara dampak lain dirasakan masyarakat dan berbagai elemen lainnya yakni moda transportasi laut, darat hingga udara terganggu. Sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Supadio dan bandara lain di Kalbar terpaksa alami mengelami delay, penundaan karena jarak pandang mendatang dianggap tidak normal, berada di bawah ambang batas diharuskan.(den)

Read Previous

Udara Makin Buruk Semua Kegiatan Olahraga Ditunda

Read Next

Gawat! Udara Pontianak Berbahaya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular