Mulai Diserang Penyakit Gatal

BANJIR : Kondisi banjir pemukiman warga di Desa Sungai Batang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. WAHYU/PONTIANAKPOST

MEMPAWAH – Banjir yang merendam ratusan rumah di Desa Sungai Batang, Kecamatan Sungai Pinyuh telah berlangsung hampir sepekan. Saat ini, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan air bersih. Akibatnya, korban banjir di wilayah itu mulai terserang penyakit gatal-gatal.

“Masyarakat mulai mengeluhkan sakit gatal-gatal akibat banjir ini. Karena, masyarakat menggunakan air banjir untuk keperluan mandi, cuci, kakus (MCK). Selama banjir, warga kesulitan mendapatkan air bersih,” ungkap Kepala Desa (Kades) Sungai Batang, Mahyus, kemarin siang.

Mahyus mengatakan, banjir yang merendam lingkungan masyarakat Desa Sungai Batang sudah berlangsung hampir sepekan. Sedikitnya ada 4 RT di Desa Sungai Batang yang terendam banjir yakni RT 01/RW 01, RT 02/RW 01, RT 01/RW 02 dan RT 02/RW 02.

“Tindakan cepat yang telah kami lakukan yakni membuka posko pengungsian korban banjir. Jika ada masyarakat yang ingin dievakuasi, maka kita sudah menyiapkan lokasinya. Namun, sampai hari ini (kemarin) belum ada yang mengungsi,” tuturnya.

Terhadap keluhan masyarakat yang mengalami sakit gatal-gatal, Mahyus memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan petugas kesehatan untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap korban banjir.

“Warga yang sakit sudah diperiksa dan ditangani oleh petugas dengan diberikan obat-obatan. Semaksimal mungkin kita berikan pelayanan kepada masyarakat korban banjir,” ujarnya.

Mahyus juga berusaha mencari bantuan untuk masyarakat korban banjir. Karena, banjir yang telah berlangsung sejak sepakan terakhir ini menyebabkan warga tak dapat beraktivitas.

“Alhamdulillah, beberapa pihak sudah menyalurkan bantuan untuk masyarakat Desa Sungai Batang. Bantuan tersebut langsung kami distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan ditengah situsai banjir ini,” ucapnya.

Mahyus mengimbau masyarakatnya agar berhati-hati terhadap situasi banjir dilingkungannya. Terlebih bagi masyarakat yang memiliki anak kecil agar selalu meningkatkan kontrol dan pengawasan. Sebab, situasi banjir dalam mengancam keselamatan manusia.

“Tolong diperhatikan dan diawasi agar anak-anak tidak terlalu sering bermain air. Kita khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami berharap agar musibah banjir ini segera berlalu dan masyarakat kembali beraktivitas dengan normal dan lancar,” harapnya.(wah)

error: Content is protected !!