Muncul Tiga Kasus Covid-19, Masyarakat Adat Menjalin Gelar Balala

NGABANG – Masyarakat Kecamatan Menjalin akan menggelar ritual adat Balala pada 30 Oktober mandatang. Ritual tolak bala adat dayak kanayatn itu digelar setelah adanya tiga warga wilayah tersebut yang terkonfirmasi Covid-19.

Ritual adat balala diharapkan menjadi salah satu alternatif masyarakat adat dayak untuk menangkal penyebaran Covid-19 di Kabupaten Landak, khususnya di Kecamatan Menjalin. Ritual adat ini telah dipercaya secara turun temurun untuk menghindari wabah penyakit.

“Menyikapi adanya warga yang positif Covid-19 di Desa Menjalin dan adanya saran dan masukan dari masyarakat kepada DAD (Dewan Adat Dayak, red) untuk melaksanakan Adat Balala,” terang Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Menjalin Thomas Apon, Sabtu (24/10).

Pihaknya pun mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk mengambil keputusan kapan Ritual tersebut di rumah adat Kecamatan Menjalin, Sabtu (24/10).

“Rapat hari ini kami selaku DAD meminta saran pendapat dari peserta rapat sekalian untuk pelaksanaan adat Balala,” ucapnya.

Dari rapat tersebut, diambil kesepakatan bahwa ritual adat Balala akan digelar selama satu hari satu malam. Ritual Balala dimulai Jumat (30/10) pada pukul 18.30 WIB. Dan akan selesai pada Sabtu (31/10) pada pukul 18.00 WIB.

“Selesai Adat Balala warga bisa beraktivitas seperti biasa lagi,” jelas Apon.

Ia menjelaskan, selama prosesi Balala berlangsung, akan dilakukan penutupan simpang jalan di Dusun Dusun yang berbatasan dengan luar Kecamatan Menjalin.

Dusun tersebut yaitu di Dusun Rees berbatasan dengan Kecamatan Toho dan Sadaniang, Dusun Tempoak berbatasan dengan Kecamatan Sadaniang, Dusun Nangka dan Raba berbatasan dengan Kecamatan Mempawah Hulu, Dusun Bengkawe berbatasan dengan Kecamatan Sompak dan Mandor, serta Dusun Lamoanak berbatasan dengan Kecamatan Mandor.

Selain itu, masyarakat Kecamatan Menjalin dilarang untuk keluar rumah, berkumpul ramai dan ribut di dalam rumah.

“Dan jika ada warga yang melanggar akan dilakukan sanksi dititipkan ke Polsek Menjalin selama 3 Hari,” ucapnya.

Anggota DPRD Landak Nikodemus sebelumnya Balala akan digelar selama tiga hari tiga malam. Namun, dalam rapat tersebut ia memberikan saran agar Balala digelar selama satu hari saja.

Hal itu mengingat pada akhir pekan akan ada warga yang akan melaksanakan acara pernikahan. Belum lagi pada minggu depan terdapat hari besa muslim, yakni hari Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Balala 1 hari dan dilakukan secara khidmat dikarenakan jika dilaksanakan 3 hari apakah warga mampu melaksanakanya terkait warga juga harus bekerja mencari nafkah,” katanya. (mif)

error: Content is protected !!