Mungkinkah, APBD Kalbar Senilai Rp10 Triliun

PONTIANAK—Juru Bicara Fraksi PAN DPRD Kalimantan Barat meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar harus berani memasang target APBD Kalbar hingga tembus diangka Rp10 triliun. Target waktunya hingga lima tahun jabatan Sutarmidji-Ria Norsan sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar berakhir. “Ini merupakan tantangan,” katanya belum lama ini.

Tony berpikiran agar APBD Kalbar mampu menembus angka Rp10 triliun, Pemprov Kalimantan Barat harus berani melakukan terobosan-terobosan besar. Entah dalam menggali potensi pendapatan daerah atau berkaitan dengan sumber dana pusat. ”Saya optimis, bisa lah,” ujarnya.

Hal tersebut dapat diwujudkan asalkan Pemprov dan DPRD Kalbar saling bersinergis. Juga harus didukung dengan database akurat, tersambung online dengan seluruh supplier kendaraan bermotor dan pemasok bahan bakar kendaraan bermotor. “Ini bicara PAD hanya dari kendaraan bermotor saja,” ujarnya.

Kemudian posisi perbatasan yang belum menyeluruh harus dimanfaatkan optimal. Sebab, wilayah perbatasan merupakan daerah strategis dan bermanfaat bagi Kalimantan Barat. Ini agar pusat dapat menjadikannya sebagai salah satu variabel perhitungan DAU dan DAK.

Politisi dari Dapil Kabupaten Sambas ini berharap bahwa Pemprov Kalbar dapat menjadikan Crude Palm Oil (CPO) dan kekayaan alam lain sebagai nilai tambah. Ini supaya bagi hasil pajak kekayaan alam dari pusat dapat lebih meningkat dengan signifikan.

Sebelumnya , Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji optimis bahwa APBD Tahun Anggaran 2021 bakalan meningkat secara signifikan. “Saya berani perkirakan bahwa sampai Rp6,8 Triliun. Ada peningkatan yang cukup besar selama saya dengan Pak Norsan,” ucapnya kemarin.

Perkiraan tersebut diperkirakannya terhitung sejak awal pemerintahan Midji-Norsan akhir 2018 berjalan. Terjadi peningkatan jumlah APBD diperkirakan sebesar Rp1,6 triliun. Dari APBD tersebut, Midji berharap persoalan infrastruktur, terutama jalan-jalan Provinsi di Kalimantan Barat cepat selesai. (den)

loading...