Munzalan Kluster Baru, Empat Orang Positif Covid-19

TES SWAB: Petugas medis mengambil cairan di tenggorokan dan hidung warga saat Swab test PCR Covid-19 di Puskesmas Kebon Baru, Tebet, Jakarta, Rabu (17/6/2020). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

PONTIANAK-Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengumumkan sebanyak 19 penambahan kasus konfirmasi (positif) Covid-19 di provinsi ini, Rabu (16/9). Kasus baru ini terdiri dari beberapa kluster termasuk Sekolah Seminari, Kabupaten Sintang yang sudah ada sebelumnya dan kluster baru yakni Munzalan di Kabupaten Kubu Raya.

Harisson mengungkapkan, pada 15 September 2020, laboratorium PCR RS Untan, Tes Cepat Molekuler (TCM) Kabupaten Sintang dan TCM RSUD Soedarso melakukan pemeriksaan sebanyak 578 sampel. Dari jumlah tersebut ditemukan 19 orang dengan kasus konfirmasi Covid-19. 

Terdiri dari lima warga Kota Pontianak, enam warga Kabupaten Sintang, empat warga Kabupaten Kubu Raya, satu warga Kabupaten Sambas, satu warga Kabupaten Bengkayang dan dua warga luar wilayah Kalbar.

“Nah untuk di Sintang enam orang merupakan kelanjutan dari kluster (sekolah) Seminari, Teluk Menyurai, jadi enam orang ini adalah siswanya,” ungkapnya kepada awak media, Rabu (16/9). 

Dengan demikian total sudah ada sebanyak 36 pelajar dari sekolah tersebut yang masuk dalam satu kluster. Semuanya saat ini menjalani isolasi di RSUD Ade M Djoen Sintang. Sementara tambahan kasus di Kota Pontianak, Harisson menyebutkan satu diantaranya merupakan bagian dari kluster yang sudah ada. Yakni ibu dari pasien positif Covid-19, laki-laki berusia 42 tahun yang meninggal dunia pada Senin (14/9) lalu.

“Ibu ini memang sudah beberapa hari ini dirawat di RSUD Soedarso,” katanya. 

Selain itu, pihaknya kembali mengidentifikasi satu kluster baru. Sebanyak empat pasien positif Covid-19 di Kubu Raya merupakan satu kluster di lembaga Munzalan, Sungai Raya Dalam.

“Kluster dari Munzalan di Sungai Raya Dalam ini sebenarnya antara transmisi lokal atau memang, salah stau ketuanya ini melakukan perjalanan ke Aceh atau ke luar Kalbar. Kemungkinan dapat (tertular Covid-19) dari sana kemudian menyebarkan ke warga di kluster Munzalan ini,” paparnya.(bar)

loading...