Musim Buah Tiba,Volume Sampah Meningkat

ANGKUT: Petugas kebersihan sedang mengangkut tumpukan sampah dari dalam TPS. Har/Pontianak Post 

Pemkot Diminta Tegakkan Perda

SINGKAWANG–Wakil Ketua DPRD Singkawang, Sumberanto Tjitra mengatakan, jika pihaknya sudah memberikan solusi dalam hal untuk menuntaskan kebersihan di Singkawang. Permasalahan Singkawang terhadap kebersihan ini, sebetulnya ada beberapa aspek yang perlu diketahui. Pertama, belum berjalannya secara maksimal Peraturan Daerah (Perda) tentang kebersihan.

Kedua, Pemkot Singkawang belum memberikan perhatian yang sepenuhnya dalam hal untuk menuntaskan kebersihan di Singkawang dengan berbagai strategi yang salah satunya menyangkut dalam hal keuangan atau anggaran yang tersedia. “Disamping itu, komunikasi antara Pemkot Singkawang dengan pihak-pihak swasta lainnya dalam hal pemanfaatan penggunaan dana CSR,” ujarnya.

Beberapa aspek ini, menurutnya, harus dilakukan dengan konsisten guna mewujudkan visi misi Wali Kota Singkawang khususnya yang berkaitan dengan kota pariwisata. “Jika tiga aspek ini dilakukan, TPS yang di Singkawang ini tidak perlu ada lagi. Karena kita tahu, bahwa titik-titik TPS ini sebagian besar ada di jantung Kota Singkawang dan itu sangat merusak pemandangan. Lantas bagaimana dengan orang yang datang ke Kota Singkawang,” tanya dia.

Dia justru menyarankan, agar Pemkot Singkawang bisa menegakkan Perda yang ada. Bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan apabila ketahuan harus didenda dan bila perlu diberikan sanksi pidana. Dia juga meminta agar Pemkot Singkawang bisa menegakkan aturan khususnya kepada masyarakat yang tinggal di sekitar sungai.

“Karena berdasarkan pengamatan saya, mereka yang tinggal dekat dengan sungai atau parit, ada beberapa titik yang mereka jadikan sebagai tempat sampah. Tumpukan sampah itu sudah saya foto dan saya kirimkan ke Wali Kota supaya hal ini bisa menjadi perhatian. Kemudian daerah Roban, pas mau naik tanjakan sebelah kanan, tumpukan sampah juga sangat banyak sekali,” ungkapnya.

Sehingga, permasalahan ini perlu menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota Singkawang untuk menegakkan peraturan daerah (Perda). Dan melalui perangkat-perangkatnya itulah mulai dari tingkat RT sampai Kelurahan di maksimalkan supaya mereka betul-betul menjalankan fungsi mereka untuk memberdayakan masyarakat dengan baik.

“Dan meminta kontribusi ke masyarakat dengan tidak membuang sampah sembarangan. Jika memang sampahnya banyak, bisa dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kantong plastik besar, sedangkan Pemkot Singkawang melalui DLH ini yang datang ke rumah-rumah warga untuk mengambil sampah-sampah tersebut,” jelasnya.

Hal ini dilakukan secara berkelanjutan dan konsisten tepat waktu. “Masyarakat kan sudah dikenakan retribusi, ketika sudah memberikan kontribusi tentu masyarakat tidak mau lagi disibukkan dengan hal-hal yang lain, salah satunya sampah,” katanya.

Jadi, tinggal Pemkot Singkawang meminta masyarakat untuk memasukkan sampah ke dalam kantong plastik besar untuk petugas jemput bola ke masyarakat. Hal seperti ini juga perlu diberlakukan yang sama dengan masyarakat yang berjualan maupun tinggal di pasar. “Tidak perlu petugas menjaga di masing-masing TPS. Cara-cara inikan masih sangat tradisional. Kasian juga dengan petugasnya yang jaga, justru TPS nya yang mesti dihilangkan,” ujarnya.

Meningkat

Sementara itu memasuki musim buah saat ini, volume sampah di masing-masing TPS yang ada di Kota Singkawang mulai mengalami peningkatan dari hari biasanya. “Jangankan musim buah, tidak musim buah pun meningkat karena jumlah penduduk semakin bertambah, jelas sampah pun ikut bertambah,” kata Kepala UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Singkawang, Rustam Effendy, Rabu (28/8).
Ditambah musim buah khususnya durian dan rambutan sekarang ini, volume sampah semakin bertambah. Yang mana setiap harinya meningkat sekitar 4-6 kubik. Meski demikian, peningkatan ini dirasakan belum signifikan, karena musim buah durian dan rambutan masih terbilang baru di Kota Singkawang.

Rustam menambahkan, saat ini sejumlah TPS yang ada di Singkawang sudah petugas yang sengaja di tempatkan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran ke masyarakat agar membuang sampah sesuai jadwal yang sudah ditentukan, yaitu dari pukul 18.00-06.00 WIB. “Masyarakat juga akan diarahkan untuk membuang sampah ke dalam TPS, bukan di pinggir jalan atau dilahan yang kosong bahkan ke dalam sungai atau parit,” ujarnya. Penjagaan di beberapa titik TPS terus dilakukan, sampai masyarakat Singkawang betul-betul sadar dalam hal membuang sampah.

“Secara keseluruhan, ada 10 TPS yang dilakukan penjagaan, seperti TPS belakang Bank Mandiri, Syafiudin, Jalan Tani, Bambang Ismoyo, Jalan Sama-Sama, TPS Pasar, depan Polantas lama, belakang Terminal Induk, Jalan Antasari dan belakang Rumah Makan Simpang Tigo,” ungkapnya.

Penjagaan dimulai dari pagi pukul 06.00-12.00 WIB dan sore dari pukul 12.00-18.00 WIB. Masing-msing satu TPS dijaga dua orang secara bergantian. Sehingga total petugas kebersihan yang menjaga ada sebanyak 20 orang. Sebenarnya, kata Rustam, penjagaan ini tidak perlu dilakukan. Namun, dikarenakan ada yang belum sadar, mau tidak mau TPS harus dijaga. Walaupun petugas kebersihan saat ini masih mengalami kekurangan tenaga.

“Jangan sampai Singkawang terkesan sebagai kota kumuh, sehingga penjagaan TPS yang dilakukan kita menghendaki untuk mengembalikan Singkawang seperti tahun 2008-2009 yang mana Singkawang bersih dan masyarakat peduli dengan sampah,” jelasnya.

Untuk pedagang, menurutnya, sudah baik dalam hal membuang sampah. Dan mereka akan terus pihaknya galakkan agar tetap membuang sampah pada tempatnya. (har)

Read Previous

Kenaikan Iuran Tinggal Tunggu Perpres

Read Next

Api Ludeskan 15 Ruko di Pemangkat

Tinggalkan Balasan

Most Popular