Nadin Ditemukan Tenggelam di Saluran Air

TENGGELAM: Korban tenggelam akibat terjatuh di saluran air saat dibawa keluarganya. HARYADI/PONTIANAKPOST

Peristiwa di Kelurahan Tanjung Hulu

Warga Gang Bhakti, Jalan Ya’ M Sabran, Kelurahan Tanjung Hulu, Kecamatan Pontianak Timur heboh dengan kehilangan Nadin, bocah berusia satu setengah tahun. Peristiwa itu terjadi pukul 10.00, saat balita itu lepas dari pantauan keluarganya. Nadin kemudian ditemukan tenggelam di parit, depan rumah dan terseret arus hingga sepuluh meter.

SIGIT ARDIANTO, Pontianak

NENEK korban, Farida menceritakan Nadin tengah bermain dengan sepupunya. Farida juga sudah memastikan semua pintu keluar rumah sudah ditutup dan terkunci. Tomi, ayah korban dan Yuni, ibu korban tengah bekerja. Nadin sudah biasa dirawat oleh neneknya.

“Kunci pintu depan dibuka kakeknya dan hanya dirapatkan saja. Saya sedang nonton tipi. Mereka sudah bermain di luar. Air sedang pasang dan di depan rumah banjir,” kata Farida, kemarin.

Farida keluar rumah hanya melihat sepupu korban. Sedangkan Nadin tidak ada. Hal itu membuatnya panik. Ia mulai menghubungi ayah korban yang sedang bekerja. Ia juga melakukan pencarian di sekitar area rumah.

“Ketemunya oleh warga yang mencari di parit depan rumah. Dia tenggelam di bawah saluran air parit depan. Ketemunya sekitar pukul 13.00. Langsung dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa,” katanya.

Ketua RT Setempat, Ahmad Sanusi langsung bertindak cepat setelah mendapat kabar terkait kabar anak hilang tersebut. Dia juga mengaku bahwa sekitar pukul 10.00, kondisi jalan tergenang karena kondisi air sedang pasang.

Dia juga mengatakan telah mengambil keterangan dari beberapa warga sekitar termasuk sepupu korban, yang diketahui terakhir kali sedang bermain bersama korban sebelum menghilang.

“Sepupunya juga masih balita. Umurnya lebih tua sedikit dibanding korban. Tadi kami tanya di mana Nadin, dia cuma menunjuk ke arah parit di depan rumahnya. Jadi kami putuskan untuk memanggil penyelam tradisional untuk menyusuri parit yang ada di sekitar lokasi kejadian,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, penyelam membutuhkan waktu setidaknya tiga jam atau sekitar pukul 13.00 sampai tubuh korban ditemukan berada di gorong-gorong atau saluran air yang berjarak sepuluh meter dari rumah korban. Selain itu, ia juga membeberkan kemungkinan kedalaman parit tempat korban tenggelam diperkirakan satu meter.

“Korban bisa ditemukan sebelum hanyut terbawa arus lebih jauh, karena parit tersebut langsung mengalir ke aliran Sungai Landak,” katanya. (*)

Read Previous

Persikat Ketapang Gagal Lolos

Read Next

Bupati Apresiasi Masyarakat Serahkan Senpi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *