Narkotika Hasil Penyelundupan Dimusnahkan

PEMUSNAHAN: Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat memusnahkan barang bukti narkoba dengan cara dibakar di dalam mesin incenerator, Jumat (22/1). Barang bukti ini hasil tangkapan di jalur Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Aruk, Kabupaten Sambas beberapa waktu lalu. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar memusnahkan 4,074 kilogram sabu, 498 butir ekstasi, dan 238 gram ganja hasil sitaan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, Jumat (22/1). Pemusnahan barang haram tersebut dengan cara dibakar menggunakan mesin incenerator BNN Kalimantan Barat.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar, Kombes Yohanes Hernowo mengatakan, seluruh barang bukti narkoba itu diperoleh berkat kerja sama Polda Kalbar, Satgas Pamtas Yonif 642/Kps, dan BNN Kalbar.

Hemowo mengatakan, dari kerja sama tersebut berhasil menggagalkan dua kali percobaan penyelundupan narkoba di jalur perbatasan Malaysia Indonesia di Kabupaten Sambas.

Pertama di wilayah perbatasan Indonesia Malaysia Kecamatan Aruk Kabupaten Sambas, dan yang kedua di kantor TIKI Kabupaten Sambas. “Untuk yang pertama pada 24 Desember 2020, dengan barang bukti sabu seberat 4,075 kg dan 498 butir ekstasi dan kedua pada 31 Desember 2020, dari jasa pengiriman, dengan barang bukti ganja seberat 238,59 gram,” kata Hemowo.

Menurut Hemowo, pihaknya juga sudah bekerjasama dengan jasa pengiriman, ada anggota mengecek menggunakan alat, sehingga ketahui mana yang narkoba mana yang bukan.

Dari kedua kasus itu, Pihak kepolisian mengamankan lima orang pria yang masing berinisial Edy Yanto (32) warga Pontianak, Arminto (38) warga Pontianak,  Hendra Jaya Kusuma (35) warga Pontianak, lalu M Nur Hidayat (26) warga Kabupaten Sambas, dan Dwi Iskandar (33) warga kabupaten Sambas.

Dengan memusnahkan barang bukti tersebut, pihaknya mengklaim telah menyelamatkan setidaknya 34.079 jiwa dengan estimasi 1 gram sabu untuk 8 jiwa, satu gram ganja digunakan 2 jiwa dan satu butir ekstasi digunakan 2 jiwa. (arf)

error: Content is protected !!