Nasib KPK di Tangan Jokowi

kpk

Wakil Ketua Mundur, Ketua Serahkan Mandat ke Presiden

JAKARTA – Program-program pemberantasan korupsi yang dijalankan KPK terancam mandek. Sebab, pimpinan KPK kemarin memutuskan untuk tidak lagi bertanggung jawab pada pengelolaan KPK.

”Kami menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Bapak Presiden Republik Indonesia. Kami menunggu perintah, apakah kemudian kami masih akan dipercaya sampai Desember?” tegas Ketua KPK Agus Rahardjo. Masa kerja pimpinan KPK memang berakhir Desember tahun ini.

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari kiri Saut Situmorang, Agus Raharjo dan La Ode Syarif memberikan keterangan kepada wartawan di KPK, Jakarta, Jumat (13/9/19). 3 pimpinan kpk memberikan mandat kepada presiden. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Agus menyebut pernyataan itu merupakan keputusan yang telah dipertimbangkan secara matang. Lantas, bagaimana kerja-kerja pemberantasan korupsi yang sekarang sedang bergulir di KPK? Agus juga menyerahkan hal tersebut kepada presiden. Dia menunggu presiden memberikan arahan. ”Mudah-mudahan kami diajak bicara oleh Bapak Presiden untuk menjelaskan kegelisahan pegawai kami dan isu-isu yang sampai hari ini (kemarin, Red) kami nggak bisa menjawab,” imbuh dia.

Keputusan untuk menyerahkan mandat kepada Jokowi itu merupakan imbas dari revisi UU KPK dan seleksi capim yang penuh kontroversi. Agus menuturkan, situasi yang paling mencemaskan adalah pembahasan revisi UU KPK di DPR saat ini. Sampai sekarang KPK sama sekali belum dilibatkan dalam pembahasan UU krusial itu. ”Rasanya pembahasannya seperti sembunyi-sembunyi,” ungkap komisioner KPK asal Magetan tersebut.

Agus menyatakan, pihaknya sudah menghadap ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly untuk meminta draf revisi UU KPK secara resmi. Namun, draf itu tak juga ditembuskan ke KPK hingga kemarin.

Sejurus dengan penyerahan mandat itu, formasi pimpinan KPK dipastikan tidak utuh lagi sampai masa akhir jabatan mereka pada Desember mendatang. Sebab, terhitung Senin pekan depan (16/9), Wakil Ketua KPK Saut Situmorang tidak lagi menjadi bagian dari KPK. Saut memilih mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir.

Di hadapan media, Saut menyebut kedatangannya di KPK kemarin hanya berkunjung. ”Saya hari ini berkunjung, klir, ya. Sudah cukup, ya,” ujarnya. Surat pengunduran diri Saut kemarin beredar di kalangan internal pegawai KPK. Dalam surat itu, Saut menyampaikan beberapa hal terkait pengunduran dirinya.

Di antaranya, permohonan maaf dan terima kasih kepada semua pimpinan KPK jilid IV, pejabat struktural, staf sekuriti, sopir, pengawal, hingga office boy yang membersihkan ruangannya setiap hari. Dia juga menyampaikan pesan kepada Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo Harahap, seluruh pegawai, dan jemaat Oikumene di KPK.

Di sisi lain, situasi di gedung KPK dari siang hingga sore kemarin sempat tegang. Sebab, aksi demonstrasi di depan gedung KPK yang dilakukan massa berbagai elemen berujung ricuh. Massa beberapa kali merangsek masuk ke pelataran lobi gedung untuk mencopot kain hitam yang menutupi logo KPK. Mereka juga melemparkan batu ke arah gedung.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menanggapi santai Saut Situmorang yang mengundurkan diri. Jokowi menilai langkah tersebut adalah hak setiap orang. ”Untuk mundur dan tidak mundur adalah hak pribadi seseorang,” ujarnya singkat. (tyo/far/c10/oni)

Read Previous

Wali Kota Singkawang Kunjungi Sintang

Read Next

GenRe Bantu Program Peningkatan SDM Inisiasi Presiden

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *