Nasib PPPK Tidak Jelas

SK Terhambat, BKN Tunggu Perpres 

JAKARTA – Nasib lebih dari 51 ribu pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) hingga kini tidak jelas. Meski sudah selesai mengikuti seleksi pada Maret 2019, surat keputusan (SK) sebagai PPPK atau P3K hingga sekarang belum keluar. Mayoritas merupakan guru atau dosen.

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim membenarkan bahwa sampai saat ini nasib PPPK belum jelas. ”SK PPPK sampai sekarang belum keluar karena belum ada perpres (peraturan presiden, Red). Padahal sudah setahun (rekrutmen),” katanya kemarin (11/1).

Di lapangan, ungkap Ramli, ada pemda yang berinisiatif mempekerjakan para tenaga PPPK yang telah dinyatakan lulus ujian. Namun, itu hanya ada di sejumlah daerah. Tidak berlaku secara nasional.

Ramli menengarai rekrutmen PPPK yang dilaksanakan Februari hingga April 2019 tersebut semata-mata kepentingan politik. Saat itu respons publik sangat positif saat dibuka pendaftaran seleksi PPPK. Kebetulan saat itu menjelang Pilpres 2019.

Idealnya, menurut Ramli, ketika rekrutmen PPPK sudah dijalankan, perpres segera terbit. Dengan begitu, ada landasan hukum penerbitan SK PPPK. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) juga menuntut SK para PPPK yang lulus seleksi segera diterbitkan. Sebagaimana diketahui, pegawai dengan status PPPK memiliki hak penghasilan layaknya pegawai negeri sipil (PNS). Hanya saja mereka tidak mendapatkan hak pensiun.

Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi meminta pemerintah segera menuntaskan persoalan rekrutmen PPPK. PGRI menurutnya telah menerima banyak laporan dari berbagai daerah terkait penyelesaian status PPPK yang belum tuntas. ”Para guru yang sudah menyelesaikan tahapan seleksi dan dinyatakan lolos hingga kini masih menggantung proses penerimaan surat keputusannya,” ungkapnya.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana tidak memberikan komentar banyak soal permasalahan tersebut. ”(Penerbitan SK PPPK, Red) masih menunggu payung hukumnya. Sebentar lagi,” tuturnya. Namun, dia tidak memberikan informasi perkiraan kapan perpres itu keluar.

Plt Kepala Biro Humas BKN Paryono menegaskan bahwa persoalan pengangkatan PPPK tinggal menunggu regulasi saja. Setelah regulasi atau payung hukumnya sudah ada, BKN langsung memproses pengangkatan PPPK. Dia menjelaskan bahwa urusan regulasi ada di Kementerian PAN-RB.

Sebelumnya, BKN mengumumkan bahwa jumlah pelamar PPPK sebanyak 90 ribu lebih. Kemudian 73.381 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Mereka terdiri atas 59.267 tenaga pendidikan, 2.149 tenaga kesehatan, dan 11.965 tenaga penyuluh. (wan/c9/fal)

loading...