Nat&Gee, Kedai Berkonsep Alam Nan Menyejukkan
Terinspirasi Dari Novel Muda Mudi Jatuh Cinta

KEDAI: Pemilik Kafe Nat&Gee Uji Muharji di kedainya. ADONG/PONTIANAK POST

Pontianak dikenal sebagai kota seribu warung kopi. Usaha itu tumbuh subur. Seperti Nat&Gee. Kedai kopi di Jalan Putri Dara Nante ini, hadir tak hanya menyuguhkan kopi. Tetapi dengan konsep kedai yang menyejukkan hati.

ADONG EKO, Pontianak

Para pengusaha warung kopi berlomba-lomba menyuguhkan olahan kopi yang dapat menarik daya tarik masyarakat. Mulai dari kopi Vietnam, kopi bubuk, kopi saring, kopi susu. Tak hanya olahan kopi, jenis kopi yang digunakan pun bermacam-macam, ada yang menggunakan biji kopi Robusta atau Arabika.

Selain olahan minuman kopi, para pengusaha kopi tak mau ketinggalanan zaman tentang desain dan konsep tempat. Mulai dari nuansa romantisme, di mana di setiap dinding kedai bertuliskan kata-kata mutiara atau ruangan dihiasi dengan lampu-lampu menggantung atau konsep alam. Mengajak penikmat kopi kembali ke alam, dengan menyediakan seluruh sarana yang terbuat dari kayu.

Ya, berbagai cara dilakukan oleh pengusaha warung kopi untuk menarik perhatian calon pelanggangannya.

Begitulah yang dilakukan Uji Muharji. Pemilik kedai kopi Nat&Gee di Jalan Putri Dara Nante, Kecamatan Pontianak Kota ini baru memulai bisnis kopi pada Januari lalu.

Dari nama, kedai kopi milik Uji Muharji diambil dari nama tokoh dari novel Ginasa. Novel yang ditulis oleh dirinya sendiri yang menceritakan muda mudi yang sedang jatuh cinta.

Terinspirasi dari novel, Uji Muharji kemudian mengaktualisasikan cerita-cerita di dalam novel tersebut pada desain kedai kopinya. Nuansa romantis ia munculkan dengan menuliskan kalimat-kalimat romantis di setiap dinding kedai. Lampu-lampu menggantung menghiasi ruangan. Susana kedai semakin romantis dengan ditambah meja dan kursi kayu yang sederhana.

“Target kami tentu pengunjung kedai ini semua kalangan. Terlebih anak-anak muda,” kata Uji, Minggu (14/3).

Meski mengusung tema romantis dengan menyuguhkan desain dari industri kayu, kedai kopi Nat&Gee memastikan dirinya dapat diterima disemua kalangan. Karena sebagaian tempat yang disediakan juga menghadirkan desain modern yang dapat dinikmati oleh kalangan tertentu. “Jadi semua kalangan bisa menikmati kopi dan suasana di sini,” ucap Uji.

Selain soal konsep kedai, Nat&Gee pun memastikan olahan kopi milik mereka tak akan kalah bersaing dengan warung kopi yang ada di Kota Pontianak.

Salah satu olahan kopi yang menjadi andalannya adalah kopi susu. Di Nat&Gee, kopi susu yang disuguhkan sedikit berbeda dari olahan kopi susu yang disuguhkan di warung-warung kopi lainnya.

Biasanya ketika anda penikmat kopi, datang ke warung kopi memesan kopi susu, maka menu yang dipesan akan datang dalam satu gelas. Kopi susu yang sudah tercampur menjadi satu dan langsung siap untuk diseduh.

Tetapi tidak di Nat&Gee. Kopi susu yang dipesan akan datang dengan dua gelas berbeda yang berisikan satu gelas kopi espreso dan segelas lainnya berisikan susu yang telah diolah dengan campuran rahasia dari si pemilik kedai kopi.

Di kedai kopi Nat&Gee pemesan kopi susu akan meracik sendiri kopi susu yang sesuai seleranya. Menu andalan itu dipastikan akan menghadirkan rasa dan kenikmatan yang baru bagi anda penikmat kopi susu.

“Kopi susu di sini, kami pastikan tidak akan membuat lekat di leher dan tidak membuat asam lambung naik,” tutur Uji.

Tak hanya soal olahan kopi susu yang berbeda, untuk harga yang ditawarkan sangat-sangat ekonomis alias murah jika dibandingkan kedai atau warung kopi lainnya. Di Nat&Gee, segelas kopi susu hanya dibandrol dengan Rp8 ribu.

“Alhamdulillah sejak 1 Februari dibuka, olahan kopi di sini sudah mulai dinikmati,” ucap Uji.

Bagi Uji Muharji memang tidak mudah mengembangkan usaha kedai kopi. Sebagai pendatang baru, ditengah maraknya warung kopi di Kota Pontianak ia bersama kedua rekannya harus mampu memainkan berbagai strategi agar dagangannya dinikmati dan dibeli.

Strategi online selain adalah salah satunya. Memanfaatkan perkembangan teknologi adalah hal yang tidak dapat dihindari dan itulah yang dilakukan Uji Muharji, agar transaksi di kedai kopi miliknya tetap berjalan.

“Jadi selain menikmati kopi di kedai, pengunjung juga bisa pesan secara online. Inikan salah satu strategi, sehingga bagi warga Kota Pontianak yang malas datang, tetap bisa menikmati olahan kopi di Nat&Gee,” tukas Uji.

Strategi lain yang juga dilakukan Uji Muharji adalah menjadikan kedai kopi miliknya sebagai pusat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Ia menjalin kerjasama dengan beberapa UMKM, untuk menghadirkan produk-produk mereka di kedai kopi Nat&Gee.

“Produk-produk UMKM yang sudah mulai masuk, masker dan pernak-pernik. Tetapi selain kopi, cabang usaha di Nat&Gee ini ada dua lagi, yakni jualbeli Bajakah dan pembuatan aplikasi,” ungkap Uji.

Uji Muharji yakin dengan berbagai strategi yang dilakukan, dengan konsep yang ditawarkan dan dengan olahan kopi yang tak kalah saing, kedai kopi miliknya dapat diminati oleh warga Kota Pontianak.

“Nat&Gee adalah salah satu kedai kopi alternatif yang dapat dinikmati warga Kalimantan Barat dan khususnya Kota Pontianak,” pungkas Uji.  (adg)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!