Nelayan Hidup di Rumah Tak Layak Huni

Datangi: Camat Pemangkat bersama forkopimcam dan kades mendatangi rumah nelayan miskin di Pemangkat. OZY/Pontianak Post

Anaknya Putus Sekolah, Karena Tak Ada Biaya

PEMANGKAT – Syamsudin dan Adri, adalah dua nelayan miskin yang memerlukan perhatian. Selain harus tinggal di rumah tak layak huni, anak-anak mereka terpaksa ada yang tak bersekolah lantaran ketidakberdayaan secara ekonomi. Dua nelayan tersebut, merupakan warga Kecamatan Pemangkat. Syamsudin, bersama istri dan tiga anaknya tinggal dirumah berukuran 3 x 5 meter tak layak huni. Bangunan rumah, berdinding seng bekas dan papan yang sudah lapuk. Atap rumbia, yang sudah banyak lubangnya, sehingga jika hujan turun. Penghuni rumah terkena air hujan dan harus berkumpul di
sudut dapur.

Satu satunya tempat tidur adalah kasur, yang kondisinya terlihat lapuk dan lusuh karena usia, yang apabila tak digunakan disimpan disudut ruangan, dan disitulah ruangan tempat Syamsudin melepas penat usai pulang melaut. “Anak saya palung tua usia belasan tahun, dan sudah tidak sekolah lagi, karena ketiadaan biaya, yang nomor dua masih SD dan yang paling kecil adalah perempuan yang belum usia sekolah,” kata Syamsudin, saat ditanya Camat Pemangkat, Slamet Riadi SH bersama dengan Wakapolsek Pemangkat, Dan ki pan B 645, Danposmal Pemangkat, Kades Pemangkat Kota, dan Kepala Bidang di Dinas Perkim LH Kabupaten Sambas, H Firmansyah serta lainnya saat melihat langsung kondisi kediaman Syamsudin, Rabu (21/8).

Syamsudin kemudian bercerita terkait dengan penghasilan keluarganya. Dirinya sebagai nelayan kecil, biasa melaut disaat cuaca bagus. Hasilnya cukup untuk makan sehari hari, dan kadang itu tak cukup. “Kadang kami makan sekali sehari, karena terkadang pendapatan dari melaut tak mencukupi kebutuhan,” katanya. Atas penghasilannya itulah, dirinya belum bisa memperbaiki rumah tinggalnya. Selain sebagai nelayan, Syamsudin sendiri, saat tak melaut. Kesehariannyajuga menjadi muadzin dan guru ngaji di masjid dekat rumahnya.

Sama halnya nasib Adri, yang juga nelayan Kecamatan Pemangkat ini juga merupakan nelayan tidak mampu. Bahkan selain kemiskinan, akibat kecelakaan saat melaut. Tangan kirinya terkena mesin saat melaut, sehingga tangan kirinya tidak ada. Dengan keterbatasan itu, Adri tetap melaksanakan tugasnya sebagai kepala keluarga, yaitu turun melaut terlebih ada empat anak yang menjadi tanggungjawabnya.
Dua rumah warga nelayan miskin tersebut, menjadi temuan Camat Pemangkat bersama rombongan. Camat Pemangkat, Slamet Riadi SH atau akrab disapa Bangdhe mengaku perihatin, sedih, emosi, bercampur menjadi satu melihat kondisi keluarga Syamsudin dan Adri. Dirinya yang belum lama menjabat sebagai Camat Pemangkati, akhir akhir ini “blusukan” untuk melihat langsung kondisi warganya.

“Sudah ada beberapa rumah yang saya temukan kondisi memperihatinkan, kurang layak untuk dihuni,selain itu anak anak mereka yang sempat saya gendong, adalah generasi penerus bangsa, namun karena kemiskinan tak bisa bersekolah. mereka (anak anak) harus diselamatkan, sekolahkan lagi, jangan sampai karena tuntuan ekonomi anak anak ikut bekerja dengan orang tuanya, mereka harus diberikan hak pendidikan, kalau pun nanti mau jadi nelayan, harus nelayan yang handal dengan SDM mantap,” kata Bangdhe yang terkenal dekat dengan masyarakat ini.

Bukan sekadar melihat namun tak memberikan solusi. Camat Pemangkat, begitu melihat kondisi tersebut. Beberapa program disiapkan sebagai solusi yang akan ditempuh. “Melihat kondisi rumah tak layak milik nelayan dan warga miskin lainnya, akan ada beberapa program yang menjadi solusi yang akan dilakukan,” katanya.

Diantaranya akan menggandeng para donatur, pengusaha khususnya yang dari Pemangkat yang memiliki kepedulian. Kemudian mengajak BUMD dan BUMN melalui program CSR-nya untuk membantu mengentaskan kemiskinan di Pemangkat. “Saya juga sudah meminta kepada kepala desa untuk memprogramkan bedah rumah atau rehab rumah tak layak huni. Selain itu, rencana program lainnya kami akan usulkan bedah rumah atau rehab rumah Rehab rumah dari Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tak Layak Huni (RSRTL) dan pembangunan rumah khusus nelayan dengan program Kementerian PUPR RI sebagai mana yang sudah dibangun di Kecamatan Selakau,” katanya.(fah)