Nevada Hotel, Penginapan Berkelas di Jantung Kota Ketapang

EKONOMI Kabupaten Ketapang terus menggeliat. Investasi bidang pertambangan, perkebunan, perdagangan dan usaha lainnya terus tumbuh. Peluang ini ditangkap manajemen Hotel Nevada Ketapang. Sejak berdiri pada Agustus 2017 lalu, hotel ini terus berkembangan. Tingkat hunian mengalami peningkatan. Namun sempat anjlok saat pendemi covid-19 pada April-Mei 2020.

“Juni dan Juli sudah mulai membaik. Beberapa kegiatan pemerintahan sudah mulai dilakukan. Hunian juga meningkat,” kata Regina Martha, sales excecutive Hotel Nevada Ketapang, saat berkunjung ke Pontianak Post pada Jumat (7/8) pagi. Didampingi Vemi, marketing communication, Regina optimis bisnis perhotelan terus membaik dengan suasana new normal yang diterapkan pemerintah saat ini.

Hotel yang berada di Jalan R Suprapto, Ketapang ini memiliki 88 room dan suites. Juga dilengkapi ballroom, restauran, karaoke, lounge, ruang rapat dan kebutuhan tamu lainnya. Setiap kamar juga free wifi. Keunggulan hotel ini memiliki kamar yang cukup luas jika dibanding dengan hotel-hotel lainnya.

Letak hotel ini sangat startegis. Berada di jantung Kota Ketapang. Hanya butuh waktu 10 menit menuju bandara dan pelabuhan. Juga tak jauh dari pusat perbelanjaan dan produk-pruduk UKM baik kerajinan khas tangan maupun makanan tradisional. Tamu hotel akan dengan mudah mendapatkan “buah tangan” khas Ketapang.

Khusus untuk pelanggan corporate, mendapat harga khusus. “Beberapa perusahaan pertambangan dan perkebunan sudah menjalin kerjasama dengan kita.  Ada harga special yang kita diberikan untuk penginapan, ruang rapat dan kegiatan lainnya,” ujar Regina. Juga ada program khusus untuk mereka yang menggunakan ballroom untuk pernikahan.

Hotel milik warga Ketapang ini terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan seiring dengan suasana new normal yang sedang diterapkan pemerintah. Kasus covid-19 yang mulai melandai di Ketapang dan Kalbar diharapkan arus transportasi kembali normal. Terutama penerbangan dari dan menuju Ketapang.

Dalam transportasi udara, Kota Ale-ale ini sudah menjadi hub bagi Kota Pontianak. Sebelum pandemi covid-19, Bandara Rahadi Usman telah menjadi bandara penghubung untuk penerbangan Pontianak-Ketapang-Pangkalanbun-Banjarmasin. Pontianak-Ketapang-Semarang, Pontianak-Ketapang-Jakarta dan rute-rute lainnya. Kondisi ini arus orang dan barang Ketapang juga meningkatkan seiring masuknya Ketapang sebagai kawasan industri baru di Indonesia.**

loading...