Newcastle Perkarakan Liga Premier Karena Tolak Proposal Akuisisi Saudi

Newcastle upon Tyne – Pemilik Newcastle Mike Ashley tak terima proses akuisisi klubnya oleh konsorsium Arab Saudi digagalkan oleh Premier League. Ia membuka kemungkinan menuntut operator Liga Inggris tersebut.

Newcastle United memperkarakan Liga Premier dengan menuduh penyelenggara liga sepakbola elite Inggris itu bertindak tidak tepat saat menampik tawaran akuisisi Arab Saudi berdasarkan hasil uji kelayakan pemilik dan direktur.

Klub yang versi pendapatnya tampak bertentangan dengan versi liga ini menyampaikan pernyataan yang menyebut mereka akan “mempertimbangkan semua opsi relevan yang tersedia”.

Keputusan itu muncul setelah pengawasan panjang oleh Liga Premier yang menghadapi tekanan agar menghalangi kesepakatan akuisisi tersebut karena kekhawatiran atas dugaan pembajakan siaran di negara Teluk tersebut.

Sebelumnya, proses ambil alih itu resmi batal pada 30 Juli lalu. Konsorsium Arab Saudi lewat Public Investment Fund pimpinan Pangeran Mohammed bin Salman memilih mundur usai proses yang berlarut-larut dalam uji kelayakan pemilik.

Padahal, mereka sudah menyiapkan dana 300 juta pound untuk mengakuisisi The Magpies. Uang muka sebesar 17 juta pound diketahui juga sudah masuk kantong Ashley. Ashley rupanya masih tak terima oleh sikap Premier League tersebut, yang dianggap mengulur waktu dan tak terang-terangan menjelaskan lamanya uji kelayakan tersebut. Upaya lewat jalur hukum kini menjadi opsi yang dipertimbangkan taipan 56 tahun itu.

” Newcastle mengkonfirmasi bahwa Premier League telah menolak proses akuisisi yang dibuat oleh PCP Capital Partners, Reuben bersaudara, dan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi berdasarkan tes kelayakan pemilik,” tulis pernyataan resmi Newcastle, dikutip Sky Sports.

“Kesimpulan itu dicapai meski klub telah menyediakan bukti kuat dan juga opini hukum bahwa PIF berstatus independen dari Pemerintah Arab Saudi. Newcastle mengkonfirmasi bahwa Premier League telah menolak proses akuisisi yang dibuat oleh PCP Capital Partners, Reuben bersaudara, dan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi berdasarkan tes kelayakan pemilik,” tulis pernyataan resmi Newcastle, dikutip Sky Sports.

“Kesimpulan itu dicapai meski klub telah menyediakan bukti kuat dan juga opini hukum bahwa PIF berstatus independen dari Pemerintah Arab Saudi.”Konsorsium yang mengajukan akuisisi ini beranggotakan badan pengelola dana negara Arab Saudi PIF, PCP Capital Partners dan Reuben Brothers.

Kepala Eksekutif Liga Premier Richard Masters mengatakan Agustus lalu bahwa tawaran akuisisi itu gagal setelah konsorsium tersebut menolak tawaran arbitrase independen dan mundur secara sukarela.

Dia juga mengatakan tak relevan Liga Premier diminta menilai kepantasan anggota konsorsium karena grup itu telah mengakhiri penawarannya sebelum masalah itu diselesaikan.Newcastle mengatakan Liga Premier telah menolak penawaran akuisisi itu.

“Klub ini dan pemiliknya tidak terima jika Masters dan Liga Premier dinilai sudah bertindak tepat terkait masalah ini dan akan mempertimbangkan semua opsi relevan yang tersedia bagi mereka.” lapor Reuters, Kamis.Newcastle mengatakan Ashley telah “berkomitmen penuh” dalam akuisisi itu dan merasa hal itu demi kepentingan terbaik klub.(ant)

error: Content is protected !!