No Grizi Still Party

Selebrasi:Pemain depan Barcelona Antoine Griezmann melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Real Betis pada pekan kedua La Liga di Stadion Camp Nou, Barcelona (26/8). Griezmann mencetak dua gol dan satu assist pada pertandingan itu. Josep LAGO / AFP

BARCELONA – Bagi Antoine Griezmann, La Liga musim ini dimulai per jornada kedua saat Barcelona melawan Real Betis kemarin dini hari. Torehan dua gol plus satu assist-nya bukan sekadar membantu Barca menang 5-2. Lebih jauh, itu membungkam semua cibiran kepadanya pasca performa biasa-biasa saja pada jornada pembuka ketika Barca keok 0-1 dari Atheltic Bilbao (17/8).

Kondisi Grizi–sapaan Griezmann–sebenarnya tidak jauh beda pada dua laga tersebut. Hanya dia satu-satunya striker yang fit bagi entrenador Ernesto Valverde. Bedanya, laga kontra Betis dihelat di Camp Nou. Dan, tidak ada debut yang lebih impresif selain moncer di home base sendiri bagi striker yang dibeli dari Atletico Madrid seharga EUR 120 juta (Rp 1,89 triliun) itu.

“Saya harus mengakui bahwa hari ini (kemarin, Red) sangat penting baginya (Griezmann, Red) dengan badai cedera yang menimpa beberapa striker lainnya. Dan, dia bereaksi dengan sempurna,” ucap Valverde seperti dilansir Marca.
Grizi memang layak disebut man of the match pada laga kemarin. Dia bisa menerapkan taktik racikan Si Semut–julukan Valverde–dengan sempurna. Lebih jauh, dia tanpa cela bisa menduplikasi peran yang selama ini diemban Lionel Messi yang kemarin hanya duduk di tribun karena belum pulih dari cedera betis kanan.

Peran yang paling mencolok dari aksi Grizi kemarin adalah dengan berinisiatif turun hingga lini tengah untuk menjemput bola. Total, dia membukukan 64 umpan yang 54 diantaranya sukses. Dia juga lebih sering menciptakan space bagi rekan setim lainnya.

Satu lagi trade mark Messi yang berhasil difoto kopi dengan sempurna oleh Griezmann. Ya, proses gol keduanya. Gol yang tercipta pada menit ke-50 itu lahir dengan akselerasi dan eksekusi khas Messi. Yakni, cut inside dari sisi kanan penyerangan yang diselesaikan dengan sepakan melengkung dengan kaki kiri bagian dalam dan menghunjam pojok kanan bawah kiper lawan.

Kini Blaugrana bak punya dua Messi. Singkatnya, Valverde bisa tidak perlu mengubah taktik secara frontal hanya untuk menyesuaikan kebutuhan tim saat Si Kutu–julukan Messi–absen. Buktinya, formasi yang dipakai eks pelatih Bilbao kemarin tetap 4-3-3. Bedanya hanya posisi Grizi sebagai striker diapit Carles Perez dan Rafinha. Tapi, free role yang dibebankan kepada Grizi membuatnya lebih leluasa dan tampil lebih lepas.

”Ya, saya melihat Messi melakukannya (proses dan eksekusi gol kedua, Red) saat latihan dan menirunya pada laga ini,” ucap Grizi kemudian tertawa kepada Movistar. ”Saya tidak bisa melakukan ini semua sendirian tanpa bantuan rekan setim. Dan, yang terbaik adalah saat ada pemain cedera tapi penggantinya bisa tampil gemilang,” lanjut striker 28 tahun itu.
Tapi, bukan hanya dalam permainan Grizi menduplikasi Messi. Pada laga kemarin dia juga terlihat meniru selebrasi Messi untuk gol kedua. Yakni, dengan chalk toss ke arah Barcelonistas.

Selebrasi itu mirip dengan yang dilakukan Messi saat membantu Barca menang 3-0 pada El Clasico Desember 2017 di Santiago Bernabeu. Bedanya, Griezmann menyertakan segenggam glitter yang sudah disiapkan sebelumnya dengan bantuan steward yang ada di pinggir lapangan. Glitter memberi efek glowing terhadap selebrasi Grizi ketika melakukan chalk toss.

Itu bisa jadi permulaan penggunaan dari selebrasi barunya. Sebab, selama ini dia dikenal dengan selebrasi Hotline Bling yang identik dengan Drake dan selebrasi dansa ala Fortnite. “The celebration? I liked what LeBron [James] did and tried to copy him.”

”Sebenarnya, selebrasi itu dari LeBron James. Saya suka melihatnya melakukan itu dan menirunya,” lanjut striker Prancis saat menjuarai Piala Dunia 2018 tersebut.

Sementara itu, nasib berbeda dialami Joao Felix yang merupakan suksesor Grizi di Atleti. Hingga jornada kedua, striker yang dibeli Los Colchoneros dari Benfica dengan harga setara penjualan Grizi ke Barca itu belum pecah telur.

Padahal, performa remaja 19 tahun itu cukup moncer di pramusim. Jebolan akademi Benfica itu sukses mencetak 3 gol dan 2 assist dalam 6 pertandingan.

Meski begitu, selalu dipilih entrenador Diego Simeone jadi starter. Tetapi, kontribusinya tetap penting karena memberi assist kepada Vitolo saat Atleti menang 1-0 atas Leganes kemarin.

”Saat ini, dia (Felix, Red) sudah bermain sangat baik dan saya berharap bisa terus seperti ini dengan memberi kami kesenangan dan kemudahan,” puji kiper Atleti Jan Oblak kepada Goal. (io)

Read Previous

Tari adalah Hidup

Read Next

Hak Kelola Tidak Jelas, Target Parkir Taman Alun Ikut Menguap

Tinggalkan Balasan

Most Popular