Nonton Cap Go Meh Didenda Rp30 Ribu

VIRAL: Wali Kota Singkawang, Ketua DPRD, Kapolres, Ketua MUI, Ketua FKUB dan sejumlah pihak terkait merampungkan masalah viral denda nonton Cap Go Meh kepada siswa. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAKPOST

Wali Kota: Jangan Diviralkan

SINGKAWANG–Sebuah video pengakuan seorang siswi SDN 43 Singkawang yang didenda Rp30 ribu karena menonton parade tatung Cap Go Meh menjadi sorotan publik.

Dalam  berdurasi 23 detik itu, seorang pria merekam seorang siswi berhijab. Dalam rekaman video itu, pria tersebut bertanya.

“Kemarin yang nonton Cap Go Meh yang beragama Islam didenda berapa puluh ribu oleh guru agamanya?” oleh perekam video.

Lalu dijawab siswa tersebut Rp30 ribu.

Lalu ditanya kembali oleh perekam siapa nama ibu gurunya, dijawab kembali oleh siswanya; Rusnani.

Kemudian pembuat video juga menanyakan ke siswa lainya disekitar siswa yang direkam

“Siapa lagi yang didenda” namun tak ada yang menjawab dan perekaman video berakhir.

Sontak video yang mulai viral di media sosial sejak Rabu (12/1) sudah tersharing di laman dan group Singkawang Informasi. Tak pelak pro dan kontra pun terjadi di masyarakat maupun nitizen di jagad maya.

Guna mengantisipasi agar tidak ada ekses lebih jauh akibat viralnya video ini. Instansi terkait sudah melakukan upaya penyelesaian baik dalam interal sekolah, kedinasan hingga imbauan kepada masyarakat luas maupun pengguna media sosial.

Hal ini ditunjukkan Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama stakholder lianya usai menghadiri Musrebang Kecamatan Singkawang Selatan, Kamis (13/2) langsung melakukan koordinasi, komunikasi dan langkah langkah nyata guna menjaga nama baik Kota Singkawang tercinta berpredikat Kota Tertoleran di Indonesia ini.

Mulai Ketua DPRD Kota Singkawang Sujianto, Kapolres Singkawang AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo, Ketua MUI Kota Singkawang H Muklis, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Singkawang, H Baharuddin, Perwakilan Kemenag Kota Singkawang H Azhari, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang HM Nadjib, Ketua PGRI Kota Singkawang Jaka Kelana, Seketaris Dewan Pendidikan Kota Singkawang Helmi Fauzi, Kepala Sekolah SDN 43 Singkawang Des Stiawarni dan Guru Agama Islam SDN 43 Singkawang Rusnani, anggota DPRD Singkawang Muhammadin berkumpul di ruang rapat Wali Kota Singkawang.

Upaya ini merupakan salah satu wujud respon Pemkot Singkawang, instansi terkait viralnya video siswa tersebut. Semua pihak sepakat bahwa kejadian video viral ini menjadi pembelajaran bersama. Sebuah fakta yang sudah diketahui banyak orang namun permasalahannya tidaklah sebesar viralnya video tersebut. Dan Pemkot Singkawang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan secara internal akan melakukan langkah-langkah baik sesuai aturan berlaku.

Setidaknya ada sejumlah poin yang menjadi kesepakatan Walikota Singkawang dan stakholder yang ada. Pertama pihak terkait sudah melakukan penyelesaian secara internal. Hal ini ditandai dengan pertemuan pihak Pemkot Singkawang, Disdikbud, PGRI, Kepolisian, guru dan orangtua murid, penyebar video.

Dimana hal ini tertuang dalam berita acara kepolisian dan pertemuan rapat yang diikuti pihak sekolah, orangtua siswa dan komite sekolah.

Kedua, seluruh pihak sepakat persoalan rekaman video yang viral sudah dituntaskan oleh semua pihak yang terkait, serta mengimbau semua pihak termasuk pengguna sosial untuk tidak lagi memviralkan, membagikan video tersebut karena persoalannya sudah diselesaikan.

Ketiga, Pemkot bersama Disdikbud kota Singkawang bersama pihak terkait akan melakukan penyelesaian masalah ASN secara internal sesuai aturan yang berlaku.

Dalam pertemuan tersebut, Rusnani, guru agama Islam SDN 43 Singkawang menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh stake holder yang ada, dan umumnya warga Kota Singkawang.

“Dari hati yang paling dalam dan penuh kesadaran saya menyadari kesalahan saya. Saya memohon maaf ke masyarakat karena sudah menimbulkan keresahan,” katanya. Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, kejadian ini merupakan pelajaran bagi dirinya pribadi, oleh sebab itu ia berharap kedepan lebih ia bisa memahami mendukung keberagaman dan toleransi di kota singkawang.

Sementara itu, Ketua DPRD Singkawang Sujianto mengatakan persoalan terkait viralnya video tersebut sudah tuntas. Semua pihak sudah duduk bersama dan menyelesaikan dengan cara yang baik. Oleh sebab itu, hal ini harus diketahui seluruh masyarakat sehingga tidak lagi menimbulkan hal hal tak diinginkan guna tetap meningkat kebersamaan sesama warga Singkawang.

“Mari kita jaga kekompakan, kerjasama, kebersamaan. Dan mohon karena sudah ada solusi dengan duduk bersamanya semua pihak maka persoalan ini sudah selesai,” jelasnya.

Hal sama juga disampaikan Kapolres Singkawang AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo menyampaikan pihaknya dalam ini Kapolres Singkawang dan jajaran, seluruh stake holder menyatakan sampai saat ini tidak ada bibit bibit atau cikal bakal intoleran di kota Singkawang. Permasalahan video sudah diselesaikan dengan internal dan biarlah Pemkot mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah ini.

“Kami mengimbau, meminta seluruh masyarakat tidak lagi memviralkan atau membagikan video video beserta kalimat provokasi yang hanya menimbulkan kegaduhan dan kekacauan di kota Singkawang. Kita ini ingin Singkawang aman, tentram damai,” tegasnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Singkawang H Muklis, menyampaikan pihaknya mendukung Singkawang ini kota tertoleran se Indonesia dan predikat ini selayaknya harus dipertahankan. Makanya, MUI mengimbau jika dalam persoalan keagamaan atau kenegaraan selalu menekankan untuk sikap toleransi antar umat beragama khususnya di kota Singkawang. “Kita harus menjaga ini (toleransi) sebaik baik mungkin, mari kita bantu Pemkot Singkawang dalam hal ini wali dan wakil walikota dalam membina kehidupan masyarakat yang aman dan tentram khususnya kehidupan umat beragama di kota Singkawang,” ajaknya.

Terkait pemahaman keagamam dalam hal ini agama Islam, yang harus dilakukan adalah jika ada persoalan kita harus tabbayyun (cek and crosscheck) atau bertanya langsung kepada ahlinya, lalu kepada siapa tentu saja kepada MUI itu sendiri, sehingga mendapatkan informasi dan pemahaman yang benar.

“Kalau berhubungan dengan ketentraman, sikap sikap intoleran tentu tabbayun ke pihak kepolisian dalam hal ini Polres Singkawang, jika ini dilakukan tiap tiap warga negara maka  kita bisa hidup dengan tentram dan tenang di kota Singkawang,” ucapnya. Terkait persoalan video viral ini, MUI Singkawang mengatakan hal ini sudah diselesaikan dan jangan lagi dipermasalahakan.

“Karena persoalan ini sudah teratasi dengan cara saling memaafkan serta mengedepankan musywarah mufakat yang kami anggap merupakan ciri ciri kota Singkawang,” jelasnya.

Selain itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Singkawang terkait video viral tersebut mau tidak mau seluruh pihak harus menjelasakan secara transparan, dan hal ini sudah dilakukan dengan sudah diselesaian dengan pihak terkait. Bahkan viralnya video ini pun sempat menimbulkan pertanyaan ke pihaknya terkait adanya teman di FKUB di Pulau Jawa. “Kami sampaikan bahwa video itu benar, kita jelaskan secara transapran, hanya saja saya sampaikan kepada kawan yang bertanya permasalahanya yang ada di video tersebut tidak sebesar viralnya,” jelasnya. Makanya pihaknya mengapresiasi tindakan Kapolres bertindak cepat untuk memfasilitasi sehingga persoalan ini bisa diselesai dengan cara baik sehingga tercipta kondisi mendukung kerukunan antar umat begarama.

“FKUB siap mendukung langkah diambil Wali Kota dan kepolisian. Semoga persmasalahan ini tidak berkepanjangan, kita tentunya berkeinginan agar kota Singkawang di tahun 2020 sebagai kota tertoleran terbaik nomor satu nasional. Jangan mengshare video sepertti itu untuk merusak pemikiran pemikiran cerdas warga kota Singkawang,” pintanya.

Terakhir sesi pertemuan ini ditutup Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie, Ia mengatakan memohon kepada warga untuk tidak lagi men-share video seperti ini di media sosial. “Mari kita masing masing dalam diri tertanam cinta kasih, jaga persatuan dan kesatauan, dan memegang dasar ideologi Pancasila dan NKRI, serta menjaga kota tertoleran ini,” ajaknya.

Ia mengatakan sebagaimana disaksikan seluruh pihak bahwa guru yang bersangkutan sudah menyampaian perminta maaf, sehingga hal ini harus disikapi dengan arif dan bijaksana oleh seluruh masyarakat.

“Tolonglah hal hal yang tidak bagus bagi masyarakat tidak dishare lagi, apalagi ditambah komentar-komentar yang dapat memperkeruh. Marilah kita saling menjaga kota Singkawang ini yang sudah mendapat predikat kota tertoleran di Indonesia ini,” pintanya.

Dan mengenai ASN ini, kata Wali Kota, dalam internal akan kami tindaklanjuti dan akan diselesaikan secara internal sesuai ketentuan berlaku.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang siapapun dia terutama pengguna media sosial agar bijak dan mampu menjadi filter informasi, terutama informasi maupun video yang dapat meresahkan warga kota Singkawang.

“Kalau bapak ibu anak anak  sekalian mencintai kota Singkawang maka untuk video video yang bisa meresahkan kota Singkawang jangan dishare tanpa disaring. Harusnya saring dulu baru dibagikan,” katanya. (har)

loading...