Norsan: Ini Ujian Allah

Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan.

Midji Doakan Lekas Sembuh

PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan mengumumkan dirinya bersama kedua anaknya terkonfirmasi (positif) Covid-19. Namun ketiganya termasuk kasus konfirmasi asimtomatik atau tanpa gejala dan telah menjalani isolasi secara mandiri.

Dari informasi yang dihimpun, Wagub Ria Norsan beserta istri dan keluarga telah menjalani pemeriksaan tes usap (swab) pada 26 September lalu. Kemudian untuk hasilnya diumumkan pada 28 September malam, di mana Ria Norsan bersama anak sulungnya Arif dan anak bungsunya Mutia dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Semuanya asimtomatik atau tanpa gejala.

Wagub Ria Norsan bersama kedua anaknya kini tengah menjalani isolasi mandiri di Rumah Dinas Wagub Kalbar, Jalan Sutan Sayahrir, Kota Pontianak. Norsan, sapaan akrabnya, bahkan mengumumkan langsung kondisi kesehatannya pada, Rabu (30/9). “Saya adalah OTG (orang tanpa gejala), tidak ada gejala, tidak ada apa-apa, tiba tiba di-swab hasilnya positif,” ungkapnya.

Ia yang sudah merasakan sendiri bagaimana pemeriksaan tes usap dan mendapatkan hasil positif Covid-19, mengimbau masyarakat jangan takut dan panik jika mengalami hal yang sama. Paling penting menurutnya semua harus disiplin dalam menegakkan protokol kesehatan dengan menjalankan tiga M. Yakni selalu mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Norsan optimis dirinya baik-baik saja karena memang tidak memiliki gejala apapun. Bahkan untuk kedua anaknya yang juga dinyatakan positif Covid-19, kondisinya jauh lebih baik lagi. Ia menduga terpapar Covid-19 dari lingkungan kantor karena memang beberapa waktu terakhir banyak menghadiri kegiatan kedinasan.

“Kalau dari keluarga, mungkin ibu (Erlina) sudah kena juga (Covid-19), karena ibu tiap malam sama saya. Tapi ibu tidak kena, yang jelas saya mungkin kenaknya di lingkungan kantor karena saya banyak kegiatan,” terangnya.

Yang pasti ia menilai apa yang menimpa dirinya beserta anak-anaknya merupakan cobaan dari sang pencipta. Norsan meminta doa dari semuanya dan berharap dirinya selalu diberikan pahala kesabaran dalam menghadapi ini.

Tidak lupa ia mengimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga diri dan disipilin menjalankan protokol kesehatan. Mengingat saat ini kasus penularan Covid-19 terus mengalami lonjakan. “Pesan untuk ASN di kantor gubernur, jangan lupa protokol kesehatan. Kemudian kalau sudah ada ditentukan kerja di rumah, laksankan dengan baik seusai perintah atasan,” pungkasnya.

Terpisah Gubernur Kalbar Sutarmidji mendoakan semoga Wagub Ria Norsan bisa cepat negatif dari Covid-19. Meski kandungan virus rendah, yang pasti Wagub menurutnya harus istirahat di rumah selama minimal 10 hari ke depan. “Hari Kamis (minggu lalu) beliau di DAR (Data Analytic Room)  kontak dengan salah satu kepala dinas kita yang dirawat (positif Covid-19). DAR tidak digunakan 10 hari, saya juga kerja dari rumah,” katanya.

Dengan adanya kasus ini menurutnya harus menjadi pembelajaran bahwa Covid-19 bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Untuk itu penting agar selalu disiplin terhadap protokol kesehatan dan menjalaninya secara ketat.

Ia sendiri mengaku sempat di kelilingi sekitar 25 orang yang positif Covid-19 dari lingkungan kerjanya. Mulai dari ajudan, pengawal, staf TU dan lainnya. Caranya untuk tetap terhindar dari penularan Covid-19 adalah dengan menjaga kebugaran dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. “Saya sudah sampaikan ke Pak Wagub jaga imunitas tubuh, ikuti protokol kesehatan dan ikuti saran dokter,” ujarnya.

Sementara mengenai kondisi ajudan serta orang terdekat dirinya, Midji mengatakan saat ini sudah dalam penyembuhan. Untungnya kandungan virus dalam sampel tes usap mereka rata-rata cukup rendah. Paling tinggi hanya 468 copies virus. “Sekarang mereka sudah menjalani isolasi selama sembilan hari. Harus sepuluh hari (isolasi) walaupun sudah negatif, harus isolasi 10 hari baru boleh dikatakan sembuh,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson mengungkapkan, ada penambahan delapan kasus konfirmasi (positif) Covid-19 di provinsi ini. Di antaranya ada lima orang yang dirawat di RSUD Abdul Aziz Singkawang, dua orang dirawat di RSUD Ade M Djoen Sintang dan satu orang dirawat di RSUD Soedarso Pontianak. Penambahan kasus ini diketahui dari hasil pemeriksaan TCM RSUD Abdul Aziz Singkawang, mobile PCR Sintang dan TCM RSUD Soedarso.

Selain tambahan kasus baru, juga ada dua kasus yang dinyatakan sembuh. Keduanya merupakan warga Kabupaten Sintang. Dengan demikian hingga 30 September 2020, total kasus konfirmasi di Kalbar telah mencapai 982 orang, sebanyak 810 orang atau 82,48 persen telah dinyatakan sembuh dan sembilan orang meninggal dunia. (*)

Editor: Heriyanto

Reporter: Idil Aqsa Akbary

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!