Nostalgia Ala Vialli

GENOA – Sejak delapan bulan lalu gosip itu sudah menyebar di tubuh Sampdoria. Sang legenda akan kembali ke I Blucerchiati. Bukan sebagai pelatih. Melainkan sebagai presiden klub. Apalagi Presiden Sampdoria Massimo Ferrero sudah menyatakan ‘perang’ dengan fans. Yakni ingin menjual Sampdoria demi klub lain.

Kemarin (22/8) Gianluca Vialli bersama dua rekan bisnisnya di konsorsium CalcioInvest yakni James Dinan dan Alex Knaster secara resmi membeli Sampdoria. Seperti diberitakan ANSA antara CalcioInvest dengan pemilik Sampdoria sebelumnya yakni Holding Max Srl yang dipegang Ferrero telah mencapai kesepakatan harga sekitar EUR 100 juta (Rp 1,57 triliun) untuk pengambil alihan status klub.

Kembalinya Vialli ke Sampdoria tentu melambungkan antusiasme para fans. Sebagai bagian generasi emas Sampdoria era allenatore Vujadin Boskov sekitar tiga dekade silam, Vialli diharapkan bisa mengembalikan kejayaan klub tersebut.

Sampai kemarin belum ada pernyataan resmi Vialli sebagai Presiden Sampdoria yang baru. Akan tetapi ANSA menyebutkan transfer kepemilikan itu sudah beres kemarin dan Vialli sebagai penandatangan kesepakatan tersebut.

Seperti diberitakan Football Italia awal Agustus lalu, Presiden Sampdoria yang lama Ferrero sudah mulai putus asa dalam tarik ulur kesepakatan dengan Vialli dan konsorsiumnya.

Masalahnya sederhana. CalcioInvest menawar harga terlalu rendah untuk menggantikan Holding Max Srl sebagai pemilik klub dalam lima tahun terakhir. Pada 3 Agustus lalu, CalcioInvest menyebut harga EUR 50 juta (Rp 787, 81 miliar) untuk mengambil alih Sampdoria.

“Saya katakan kalau Holding Max Srl ingin menjual klub ini dengan harga tertentu. Namun pihak lain berpikir kalau bisa memberikan harga yang berbeda dari yang ditetapkan,” kata Ferrero kepada Calciomercato. “Harga yang disebutkan sangat melukai kami di Holding Max Srl,” tambah Ferrero.
Meski tak menyebut detail harga untuk penjualan Sampdoria ini namun ANSA menuliskan harga EUR 140 juta (Rp 2,2 triliun) sebagai patokan banderol awal penjualan klub yang meraih scudetto musim 1990-1991 itu.

Setelah nyaris pintu negoisasi dengan pihak CalcioInvest nyaris buntu, Ferrero terus mencari celah agar Sampdoria terjual secepatnya. Bos perusahaan film Italia itu tak bisa melupakan mimpi besarnya. Membeli lagi klub yang jadi cinta lamanya, Palermo. Palermo yang bangkrut dan berkompetisi di Serie D musim ini.

Nah, masuknya CalcioInvest menjadi pemilik baru Sampdoria tak lepas dari pernyataan Ferrero akhir Juni lalu. Namun sebelum mengungkapkan ke publik dua bulan lalu, pria 68 tahun itu sudah melakukan lobi bisnis ke beberapa investor yang tertarik membeli tim kampiun UEFA Cup Winners’ Cup 1989-1990 itu.
“Saya tak tahu lagi apa yang harus saya lakukan lagi dengan klub ini. Namun sebelum klub ini (Sampdoria, red.) jatuh kepada orang yang tepat saya tak akan menjualnya,” ucap Ferrero kepada Sport Virgilio.

Dalam lima tahun Ferrero sebagai presiden klub maka pencapaian prestasi terbaik Il Samp terjadi musim ini. Selain finis nomor sembilan klasemen Serie A, kapten dan penyerang mereka Fabio Quagliarella jadi capocannoniere dengan 26 gol. Pencapaian Quagliarella menjadi spesial karena prestasi itu dilakukan saat usianya memasuki ke-36 dan tentu mengalahkan pemain terbaik dunia lima kali yang membela Juventus Cristiano Ronaldo.

“Saya tak bisa melupakan cinta saya dengan Palermo, kota dimana karir perfilman saya terbangun. Jika memungkinkan maka saya akan mengembalikan Palermo di level dimana seharusnya mereka berada,” tutur Ferrero.

Seperti diberitakan Calciomercato, dengan pengambil alihan status yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya diperkirakan maka transfer Sampdoria di sisa periode transfer musim panas ini akan bergairah. Ketika tawar menawar kepemilikan antara CalcioInvest dengan Holding Max Srl tarnsfer terbatas.

Sejauh ini, Sampdoria sudah mematentan status pinjaman asal Juventus Emil Audero dengan harga EUR 20 juta (Rp 315,12 miliar). Selain itu, Sampdoria juga berhasil meminjan bek asal Valencia Jeison Murillo. (dra)

Read Previous

Jaga Aset Negara dengan Sertifikasi 

Read Next

Pura-pura Sakit Saat Dieksekusi

Tinggalkan Balasan

Most Popular