Nus Kei Minta Damai, John Kei Bisa Bebas?

KASUS PENGANIAYAAN: Polisi membawa salah satu tersangka kejahatan John Kei saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta,  Senin (22/6/2020) kemarin. Tim gabungan Polda Metro Jaya berhasil menangkap 30 orang yakni John Kei beserta anggota kelompoknya dalam kasus pengeroyokan, pembunuhan dan kekerasan di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat dan Perumahan Green Lake City, Kota Tangerang, Banten pada Minggu 21 Juni 2020. DERY RIDWANSAH/ JPC

JAKARTA – Nus Kei telah mengutarakan keinginan untuk bisa berdamai dengan keponakannya, John Kei. Kendati demikian, keinginan tersebut tidak akan bisa menghentikan proses pidana kepada John Kei atas dugaan pembunuhan dan penganiayaan.

“Ini pidana murni. Jadi silakan saja (cabut laporan), itu di pengadilan nanti (dibuktikan). Tapi proses hukum tetap berjalan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (23/6).

Yusri menjelaskan, pasal yang dijeratkan kepada John Kei dan anak buahnya adalah Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana. Sekalipun pihak korban mencabut laporan polisi, kasus tidak bisa dihentikan. Sebab, kasus tersebut termasuk dalam pidana murni, bukan delik aduan.

Sementara itu, terkait pengakuan pihak John Kei yang mengaku tidak memerintahkan pembunuhan berencana, Yusri tak mau banyak mengomentari. Seluruhnya akan dibuktikan di pengadilan. “Silahkan saja, ini kan mekanisme hukum, semua penyidikan saksi-saksi, bukti-bukti kan ada, ada mekanisme hukum silahkan saja,” jelasnya.

Diketahui, Nus Kei berharap konfliknya dengan John Kei bisa berakhir damai. Dia tak mau lagi ada pertikaian apalagi jika menimbulkan korban jiwa dengan sesama saudaranya. “Damai, damailah mau ngapain lagi, kita tuh keluarga loh. Damai, dia (John Kei) sudah lakukan, saya sudah menerima, memaklumi,” kata Nus Kei.

Sebelumnya, keributan terjadi di Green Lake City, Kota Tangerang , Banten pada Minggu (21/6). Dalam peristiwa ini, terdengar pula suara tembakan. Sekuriti setempat bahkan sempat menutup gerbang perumahan namun, dirusak dengan ditabrak mobil oleh para pelaku.

Pada hari yang sama, tersebar kabar aksi penganiayaan menimpa seorang warga berinisial YC, 45 di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Korban dicegat oleh sekelompok orang saat sedang berkendara. Dia pun langsung dihujani senjata tajam hingga dinyatakan tewas usai dilarikan ke rumah sakit.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, kedua periatiwa tersebut diduga dilakukan oleh kelompok yang sama. Usai dilakukan pengejaran, polisi berhasil mengamankan 25 orang pada malam harinya.

Salah satu yang diamankan diduga adalah John Refra alias John Kei (JK). Seluruhnya diamankan di markas kelompok John Kei di Jalan Titian Indah Utana X, Bekasi, Jawa Barat.

Pembebasan bersyarat terhadap John Kei terancam dicabut jika terbukti terlibat kasus penembakan di Perumahan Green Lake City, Tangerang. Dia diberikan program bebas bersyarat keluar dari Lapas di Nusakambangan pada 26 Desember 2019.

John Kei diketahui menjalani pidana di Lapas Permisan, Pulau Nusakambangan terkait kasus pembunuhan pengusaha Tan Hari Tantono alias Ayung. Menanggapi hal ini, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menjelaskan, John Kei sejatinya memang menjalani program bebas bersyarat perihal kasus pembunuhan dengan vonis hukuman 16 tahun penjara.

“Iya memang diberikan (bebas bersyarat), dengan kondisi seperti ini,” kata Nana seperti dikutip PojokSatu.id (Pontianak Post Group) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, sebelumnya (22/6).

Menurut Nana, dalam aturannya, surat keputusan pembebasan tersebut akan ditarik bila yang bersangkutan kembali melakukan ulahnya. Namun, Nana belum memastikan program bebas bersyarat terduga pelaku John Kei dicabut atau tidak. Pasalnya, hal itu merupakan kewanangan Lapas.

“Tapi ini jelas yang bersangkutan melakukan tindakan pidana kembali. Ini kita butuh waktu dalam proses penyelidikannya. Jadi proses ini akan terus kita lakukan,” tegas Nana. (jpc)

loading...