Nyeberang Larut Malam Speedboat Tenggelam

tenggelam

PONTIANAK – Kecelakaan perairan terjadi di sekitar dermaga penyeberangan feri Siantan, Kecamatan Pontianak Utara pada Senin (7/10) sekitar pukul 23.10. Speedboat berpenumpang 24 orang dan satu juru mudi itu menyeberang dari Taman Alun Kapuas menuju Siantan.

Speedboat membawa penumpang dari Purun, yang hendak pulang usai mengikuti tabligh akbar di Taman Alun Kapuas. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebelas penumpang dilarikan ke Puskesmas Siantan Hilir, sedangkan satu korban dibawa ke RSU St. Antonius untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kapolsek Pontianak Utara, Kompol Abdullah Syam membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, petugas piket menerima informasi dari masyarakat melalui telepon yang menyebutkan ada kecelakaan perairan, yakni speedboat tenggelam saat menyeberang Sungai Kapuas.

“Kami juga diminta Kapolresta untuk mendatangi lokasi kejadian. Kami melakukan identifikasi awal terkait insiden tersebut,” ujar Abdullah di Pontianak, kemarin.

Syam melanjutkan, polisi langsung bergerak menuju lokasi. Di lokasi, petugas melihat semua korban dan juru mudi speedboat berhasil diselamatkan. Namun, speedboat yang digunakan hingga kini masih tenggelam. Pihak kepolisian masih akan melakukan upaya pencarian terhadap speedboat yang tenggelam tersebut.

“Semua penumpang dan juru mudi selamat. Speedboat yang digunakan masih belum dilakukan pencarian. Saat kejadian sudah tengah malam sehingga tidak mungkin untuk dilakukan pencarian. Namun, tetap akan diupayakan pencarian,” kata Syam.

Menurut Syam, saksi di lokasi kejadian menyebutkan, speedboat yang digunakan para korban melebihi kapasitasnya. Saat menyeberangi Sungai Kapuas, dihantam arus deras sungai sehingga membuat speedboat yang kelebihan muatan oleng dan tenggelam.

“Mereka tidak menggunakan speedboat sesuai standarisasinya. Jadi kalau speedboat itu misalnya cuma muat untuk belasan orang, pada kejadian ini dipaksakan untuk dinaiki oleh 25 orang termasuk pengemudi. Sehingga menyebabkan speedboat menjadi kelebihan kapasitas,” jelasnya.

Kapolsek menambahkan, kondisi diperparah mengingat situasi saat kejadian yang gelap karena kejadian saat malam hari dan minim penerangan. Selain itu, arus sungai deras karena kondisi air saat kejadian sedang pasang. Sehingga, kejadian tersebut terjadi ketika speedboat yang digunakan ditumpangi para korban tersambar arus deras hingga akhirnya terbalik dan tenggelam. Kejadian ini tak jauh dari stegher dermaga penyeberangan feri Siantan.

Syam mengungkapkan, seluruh korban bisa berenang sehingga masih bisa diupayakan pertolongan oleh pengemudi speedboat yang lain saat tengah menunggu penumpang di sekitar dermaga. Semua korban kemudian dibawa ke tepi sungai untuk diamankan dan diberi pertolongan pertama.

“Setelah memastikan korban semua selamat, kemudian kami upayakan pertolongan medis. Sementara itu, ada total sebelas korban yang mengalami syok dan trauma akibat kejadian tersebut dibawa ke pelayanan kesehatan 24 jam di wilayah Pontianak Timur untuk mendapatkan pertolongan,” ungkapnya.

Di unit pelayanan kesehatan 24 jam, sebelas korban yang mengalami trauma, syok, hingga sulit bernafas diperiksa hingga keadaannya membaik. Sekitar pukul 03.00, semua korban sudah stabil. Dokter yang menangani mengizinkan pulang.

Syam mengatakan kepolisian masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini. Hal itu untuk mengetahui apakah kejadian tersebut murni karena kecelakaan atau karena kelalaian.

“Kami sudah koordinasi dengan Polair untuk membantu upaya tindak lanjut terkait kejadian ini. Kami masih meminta keterangan juru mudi speedboat terkait insiden tersebut,” katanya.

Kapolresta Pontianak, AKBP Ade Ary Syam Indradi juga membenarkan peristiwa pada Senin malam, 7 Oktober 2019 tersebut. Menurut Ade, peristiwa terjadi tengah malam saat Muhammad Taufiq dan empat temannya, hendak pulang ke Siantan usai mengikuti kegiatan di Taman Alun Kapuas menggunakan speedboat.

Setelah menaiki speedboat, lanjut Ade, saksi melihat bahwa muatan penumpang dalam speedboat sudah penuh. Saksi sempat menyampaikan kondisi muatan itu ke pengemudi. Namun oleh pengemudi, saksi diminta diam.

“Dalam kondisi muatan berlebihan, Setelah speedboat yang dikemudikan, Sapta Ardiyanto bergerak menyeberangi Sungai Kapuas menuju arah Siantan. Kemudian ketika akan sampai ke pangkalan speedboat Siantan, tiba-tiba speedboat seperti keberatan muatan bagian depan sehingga posisi speedboat menunjam ke arah depan dan tenggelam.

“Seluruh penumpang tercebur ke sungai dan berusaha menyelamatkan diri dengan dibantu para penambang speedboat lainnya yang sedang berada di pangkalan speedboat Siantan,” tutur Ade.
Ade menyatakan, keterangan juru mudi speedboat, Sapta Ardiyanto, pada saat akan berangkat dari seberang menuju ke Siantan keadaan speedboat memang sudah penuh dan sudah diperingatkan untuk tidak naik lagi.

Akan tetapi, Ade menambahkan, penumpang tidak menghiraukan peringatan pengemudi dan memaksa untuk naik ke speedboat. “Menurut pengemudi, para penumpang pada saat itu cukup ramai yang duduk di depan. Saat terkena percikan air dari ombak penumpang yang duduk di depan bergerak ke kiri dan ke kanan sehingga speedboat dalam keadaan yang tidak stabil,” ungkap Ade. (sig/adg)

Read Previous

Demi Pelayanan, Medan Berat Ditempuh 

Read Next

Penanganan Kependudukan Mesti Dilakukan Serius

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *