OJK dan FKIJK Percepat Vaksinasi untuk Masyarakat

FOTO BERSAMA : OJK bersama perwakilan IJK berfoto bersama saat pemantauan kegiatan vaksinasi di Dinas Kesehatan Kalbar, Rabu (21/7).

PONTIANAK – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Kalimantan Barat tengah menggelar vaksinasi yang ditujukan bagi pegawai IJK dan keluarga, serta masyarakat umum. Kegiatan yang telah dilaksanakan sejak 12 Juli 2021 yang lalu itu, digelar di Dinas Kesehatan Kalbar dengan ratusan peserta dalam sehari.

Ketua OJK Kalbar, Maulana Yasin, mengatakan kegiatan vaksinasi tersebut mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Dalam sehari, setidaknya ada 500 orang yang divaksin di lokasi tersebut.

“Kegiatan ini merupakan sinergi kita dengan Dinas Kesehatan (dinkes) Kalbar. Setiap hari vaksinasi dari kami untuk 250 orang, dan dinkes 250,” ungkapnya, Rabu (21/7).

Program vaksinasi tersebut, rencananya akan berlangsung hingga tanggal 24 Juli 2021 mendatang, dengan sasaran 3709 orang. OJK sendiri dikatakannya menargetkan 10 juta vaksinasi secara nasional bagi pegawai IJK dan Keluarga, serta masyarakat umum. Di Kota Pontianak, pelaksanaan vaksinasi melibatkan Bank Mandiri, BNI, dan CIMB Niaga.

Dirinya berharap, semakin banyak yang divaksin, akan terbentuk kekebalan secara kolektif sehingga penyebaran wabah Covid-19 dapat ditekan. Selain itu, dirinya yakin apabila virus terpapar kepada orang yang telah divaksin, maka dampak yang ditimbulkan tidak akan terlalu besar.

“Saya sendiri baru-baru ini kena Covid. Mungkin karena sudah vaksin, efeknya tidak begitu berat,” tuturnya.

Keeua FKIJK Kalbar, Samsir Ismail mengatakan vaksinasi adalah jalan yang ditempuh untuk menutup mata rantai penyebaran Covid-19. Direktur Utama Bank Kalbar ini juga mengatakan tidak sedikit insan IJK yang terpapar Covid-19.

“Kami sadar, Bank Kalbar juga banyak yang terpapar, terutama (pegawai) di daerah. Oleh karenanya, kami menganjurkan ke masyarakat, terutama pegawai di IJK dan semua keluarganya bisa ikut vaksinasi,” katanya.

Bank Kalbar, lanjut dia, telah melakukan vaksinasi terhadap hampir 60 persen karyawan. Dalam implementasinya, Samsir mengakui terdapat kendala, seperti sulitnya menjangkau akses vaksin bagi karyawan yang berlokasi di daerah yang jauh, serta kondisi yang tidak memungkinkan dilakukan vaksin seperti karyawati yang hamil dan karyawan berstatus penyintas Covid-19.

“Kita koordinasikan dengan kepala dinas kesehatan kabupaten kota, sehingga karyawan di daerah bisa vaksin, baik melalui puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya. Kita akan terus berusaha, dan mudah-mudahan Agustus atau September ini selesai untuk pegawai, dan kemudian dilanjutkan bagi keluarganya,” pungkasnya. (sti)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!