OJK-DPD RI Kawal Kebijakan Stimulus Ekonomi di Kalbar

KUNJUNGAN : Ketua Komite IV DPD RI, Sukiryanto (tengah), bersama OJK Kalbar saat melakukan kunjungan kerja ke beberapa Bank Mandiri Pontianak, Jumat (16/10)

PONTIANAK – Dalam rangka pemantauan pelaksanaan kebijakan stimulus ekonomi dampak pandemi Covid-19 serta program PEN di Provinsi Kalimantan Barat, Ketua Komite IV DPD RI bersama OJK Kalbar melakukan kunjungan kerja ke beberapa bank di Pontianak, Jumat (16/10).

Ketua Komite IV DPD RI, Sukiryanto, mengapresiasi pelaksanaan kebijakan stimulus ekonomi OJK maupun PEN. DPD menurutnya ingin memastikan semua kebijakan pemerintah dalam mengurangi dampak pandemi covid-19 benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat mengingat pemerintah telah mengucurkan anggaran yang sangat besar dengan total pagu sejumlah Rp695,23 Triliun.

“DPD juga mengapresiasi kinerja OJK Kalbar dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan khususnya di Provinsi Kalimantan Barat serta komitmen OJK dalam mengawal kebijakan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi,” kata anggota DPD dapil Kalbar itu.

Adapun bank yang dikunjungi tersebut, merupakan bank mitra pemerintah dalam program PEN, yakni Bank Mandiri, BTN, serta Bank Kalbar. Dalam pertemuan itu, dipaparkan capaian masing-masing bank dalam melaksanakan kebijakan stimulus OJK sesuai dengan POJK 11, maupun program PEN.

Dalam hal pelaksanaan restrukturisasi kredit dipaparkan bahwa selama 7 bulan pandemi, ke3 bank telah merestrukturisasi total kredit senilai Rp1,51 triliun yang dinikmati oleh 14.821 debitur. Selanjutnya terkait penyaluran penempatan dana pemerintah (PMK 104), bank-bank dimaksud telah menyalurkan total kredit sejumlah Rp836,6 milyar dengan kualitas kredit yang terjaga.

Kepala OJK Kalbar, Moch Riezky F Purnomo, menyampaikan bahwa hingga 30 September 2020, tercatat 130.976 debitur LJK di Kalimantan Barat telah menikmati kelonggaran berupa paket kebijakan restrukturisasi dengan total baki debet sejumlah Rp10,11 Triliun. Dari jumlah dimaksud porsi debitur UMKM yang menerima restrukturisasi sebesar 118.053 debitur atau setara 90,13 persen, dengan jumlah baki debet sebesar Rp7,87 Triliun atau setara 77,84 persen.

“Meski permohonan restrukturisasi sudah melambat, OJK tetap meminta LJK untuk memberikan respon cepat terhadap setiap aplikasi permohonan restrukturisasi dari debitur yang terdampak Covid-19,” papar dia.

Selanjutnya mengenai program percepatan PEN yang dilaksanakan oleh LJK di Kalbar, pihkanya menyampaikan bahwa realisasi subsidi bunga (PMK 85) hingga 30 September 2020 telah diberikan kepada 70.705 debitur dengan total jumlah subsidi bunga sebesar Rp25,04 Milyar. “OJK akan terus memantau kinerja lembaga jasa keuangan khususnya dalam pelaksanaan kebijakan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional,” pungkas dia. (sti)

error: Content is protected !!