Oknum ASN Selewengkan ADD Rp1,2 M

Masyhudi, Kajati Kalbar

Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menahan seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial SSK dari Pemkab Landak atas dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2017. Akibat perbuatannya, negara dirugikan sebesar Rp 1.193.228.500.

SSK merupakan merupakan Kepala Seksi Anggaran Pemerintah Desa pada Bidang Keuangan Aset Pemerintah Desa di Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (Dinsos PM Pemdes) Kabupaten Landak.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, Masyhudi mengatakan, berdasarkan pihaknya terpaksa melakukan penahanan terhadap tersangka SSK untuk kepentingan penyidikan dan proses hukum terhadap perkara tersebut. “Saat ini yang bersangkutan ditahan di Rutan Pontianak,” ujarnya, Kamis (2/9).

Menurut Masyhudi, tersangka diduga menyelewengkan ADD untuk kegiatan Penginputan Data Sistem Keuangan Dana Desa (Siskeudes) Tahun Anggaran 2017 dengan kerugian negara sebesar Rp. 1.193.228.500.

Modus operandinya yaitu dengan menyusun metode SK Bupati tentang Tim Pengajar dan Operator Sistem Keuangan Desa Kabupaten Landak Tahun Anggaran 2017 dengan tujuan untuk mendapatkan honorarium pengajar/narasumber dari APBDesa Perubahan TA 2017.  Dalam melancarkan aksinya, tersangka tidak memperhatikan batasan kewenangan bupati dalam pengelolaan keuangan desa dan Surat Mendagri Nomor 143/8350/BPD tanggal 27 Nopember 2015 kepada Gubernur/Walikota/Bupati se-Indonesia.

Surat mendagri tersebut isinya meminta pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota untuk memberikan dukungan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing guna melaksanakan sosialisasi ataupun bimbingan teknis bagi aparatur pemerintahan desa.

Tersangka juga memerintahkan setiap desa untuk mengalokasikan anggaran kegiatan penginputan data siskeudes yang di dalamnya terdapat komponen biaya honorarium tim pengajar/narasumber pada APBDesa Perubahan TA 2017 yang bersumber dari ADD, meskipun SK Bupati Landak tentang Penetapan Besaran Tambahan ADD yang bersumber dari Perubahan APBD Kabupaten Landak TA 2017 dan Perubahan Peraturan Desa tentang Perubahan APBDesa TA 2017 pada 156 desa se-Kabupaten Landak belum ditetapkan.

Selain itu, lanjut Masyhudi, tersangka juga melaksanakan metode pengajaran tidak mengacu pada KAK Kegiatan Penginputan Data Siskeudes yaitu menggunakan metode privat (tatap muka per desa), melainkan dengan metode bimbingan per kelas untuk semua desa dalam satu kecamatan.

Tersangka menandatangani bukti pertanggungjawaban dan menerima uang honorarium tim pengajar/narasumber kegiatan yang tidak sesuai dengan realisasi pelaksanaan kegiatan.

Dalam kegiatan itu, tersangka memotong pembayaran uang honorarium dari empat orang tim pengajar/narasumber yang digunakan untuk kepentingan pribadi.

Berdasarkan Laporan Pemeriksaan Investigatif dalam rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara terkait dengan Penyalahgunaan Anggaran ADD untuk Kegiatan Penginputan Data Siskeudes,  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan penyimpangan-penyimpangan antara lain penyimpangan dalam penggunaan dan pertanggungjawaban kegiatan yang mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan negara/daerah sebesar Rp 1.193.228.500,00.

“Dari total kerugian tersebut, uang yang  dinikmati tersangka sebesar Rp.644.740.000,00,” bebernya.

Atas perbuatannya, tersnagka dijerat pasal 2 UU RI nomor 20 tahun 2001 yang diancam dengan tindak pidana yaitu minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar subsidair Pasal 3 UU Tipikor.

“Tersangka ditahan selama 20 hari ke depan dan perkara tersebut segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri Pontianak untuk proses peradilan,” katanya. Alasan objektif jaksa melakukan penahanan yaitu karena dikhawatirkan tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan atau mengulangi tindak pidana. Masyhudi berharap penegakan hukum ini dapat memberikan efek jera kepada orang lain untuk tidak mencoba-coba melakukan korupsi. (arf)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!