Oknum LSM Ditangkap

TERSANGKA: Waka Polres Ketapang, Kompol Pulung Wietono, menunjukkan kwitansi bukti penyerahan uang dari pelapor kepada tersangka, MS.

Jadi Makelar Kasus

KETAPANG – Satuan Reserse Kriminal Polres Ketapang menangkap oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang diduga sebagai makelar kasus (markus). MS (35) ditangkap karena meminta sejumlah uang kepada keluarga tersangka kasus penganiayaan dengan janji bisa membebaskan tersangka dari jeratan hukum. MS ditetapkan sebagai tersangka ditangkap pada Rabu (21/8).

Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto, mengatakan penangkapan MS bermula dari laporan Atit, adik kandung dari tersangka kasus penganiayaan, Heriyanto, yang melapor ke Polres Ketapang pada 6 Agustus 2019. Atit mengaku ditipu oleh MS sehingga mengalami kerugian Rp35 juta. “Kejadiannya 2 Mei 2019 lalu di rumah Kristina di belakang Kantor Pengadilan Negeri Ketapang,” kata Eko, kemarin (22/8).

Dia menjelaskan, pada akhir April 2019 lalu, adik kandung Atit, Asanggu mengatakan kepada Atit, jika MS bisa mengurus perkara yang sedang dijalani oleh Heriyanto. Hanya saja, untuk mengurus dan membebaskan tersangka, MS meminta uang Rp50 juta. “Transaksi dilakukan pada 2 Mei 2019. Atit menyerahkan Rp50 juta kepada MS. MS mengatakan jika dirinya bisa mengurus Heriyanto di Kejaksaan Negeri Ketapang,” jelasnya.

Usai menerima uang, MS mengatakan kepada Atit jika Heriyanto akan bebas pada 6 Mei 2019. Janji tersebut disampaikan kepada Atit karena MS mengaku kenal dekat dengan Bupati Ketapang, Kapolres Ketapang dan Kepala Kejari Ketapang. Atit pun mempercayai hal tersebut dan berharap adiknya bisa bebas dari jeratan hukum. “Ada tiga orang yang menyaksikan penyerahan itu kepada MS,” ungkap Eko.
Pada 6 Mei, ternyata Heriyanto tidak bebas juga. MS kembali berjanji jika tersangka baru akan bebas pada 9 Mei. Namun, pada tanggal tersebut tidak bebas juga. MS kembali berjanji akan membebaskan Heriyanto pada 28 Mei. Hingga akhirnya MS kembali berjanji akan membebaskan Heriyanto pada 10 Juni 2019. “Saat ditanya, ternyata MS tidak mengurus kasus tersebut,” ungkapnya.

Karena kecewa, Atit meminta agar uangnya dikembalikan. Setelah didesak, akhirnya MS mengembalikan uang, namun hanya Rp15 juta. Sementara Rp35 juta sisanya diakui oleh MS akan dibayar dengan cara dicicil. Namun, bukannya membayar sisa uang, MS justru menghilang dan tidak dapat dihubungi. Atit pun melaporkan hal tersebut ke Polres Ketapang. “MS kita panggil untuk diperiksa. Tapi tidak hadir,” ujarnya.

Eko mengungkapkan, MS baru menghadiri panggilan kedua penyidik pada Rabu (21/8). Setelah diperiksa, polisi akhirnya menetapkan MS sebagai tersangka dan langsung menahannya. “Modus yang dilakukan oleh tersangka ini adalah mengaku bisa menyelesaikan perkara yang ditangani oleh pihak penegak hukum dengan mengaku kenal dengan pejabat-pejabat,” papar Eko.

Atas tindakan tersebut, MS dijerat dengan pasal penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. “Kita imbau kepada masyarakat untuk tidak mempercayai siapapun, termasuk LSM, yang mengaku bisa menyelesaikan atau bisa membebaskan seseorang yang ditahan karena tindak kejahatan. Jika ingin mengetahui seperti apa perkembangan perkaranya, silakan datang langsung untuk menanyakannya. Jangan melalui LSM atau siapapun,” imbaunya. Sementara itu, tersangka MS, mengakui perbuatannya. Dia meninta uang tersebut untuk mengurus perkara yang sedang ditangani oleh kejaksaan. “Saya meminta uang itu atas nama saya sendiri. Saya memang ada kenal dengan jaksa, tapi tidak kenal dekat. Benar saya berjanji bisa mengurus kasus, tapi tidak untuk membebaskannya,” kata MS. (afi)

Read Previous

Teknologi Si Perekat Hubungan

Read Next

Keluarga Pelindung Utama Anak

Tinggalkan Balasan

Most Popular