Operasi Yustisi Digelar, Masih Banyak Ditemukan Warga Tidak Menggunakan Masker

Petugas gabungan saat menggelar operasi yustisi di kota Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. foto Danang

SUKADANA – Operasi Yustisi di Kabupaten Kayong Utara terus digulirkan dimasa pandemi Covid 19. Tidak jarang saat digelarnya kegiatan tersebut masih ada warga yang tidak menggunakan masker, petugaspun langsung memberikan teguran hingga sanksi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kayong Utara Badaruzaman mengatakan, kegiatan operasi yustisi ini dilakukan bersama Satpol PP, TNI, Polri di tempat-tempat usaha dan keramaian. Hal tersebut dilakukan agar warga dapat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid 19.

“Pastinya tanggal 20 Oktober sore, kita mengadakan operasi yustisi, yang dilakukan di sejumlah tempat yang ada di Kota Sukadana. Jalan Kota Karang, dan Jalan Tanjung Pura, dan Jalan Bhayangkara. Petugas dipecah menjadi tiga, Satpol PP, TNI, dan Polri,”katanya di Sukadana Selasa (20/10).

Kasat mengatakan, operasi yustisi ini selain dilakukan di jalan juga dilakukan mendatangi langsung tempat-tempat usaha. Dengan harapan tempat usaha tersebut dapat menyediakan apa yang menjadi bagian dalam protokol kesehatan dimasa pandemi Covid 19.

“Jadi selain di jalan juga tempat usaha, diharapkan juga selain memaki masker, dapat memasang tempat air dan sambun untuk cuci tangan, termaksud hand sanitizer, agar mereka taat menjalankan protokol kesehatan, sebagi telah dibuat dalam Perbup no 44 tahun 2020,”lanjutnya.

Badaruzaman menjelaskan, kegiatan seperti ini sudah dilakukan sejak bulan September, dan diperkirakan akan berlanjut hingga bulan Desember mendatang.

“Kegiatan ini dilakukan sejak bulan September, sampai Desember, ada yang dilakukan dua hari, tiga jari. Jadi tidak tiap hari,”tambahnya.

Selain itu, untuk di lokasi wisata pihaknya sudah melaksanakan operasi yustisi, termaksud di tugu Sail Selat Karimata, Pantai Pulau Datok, karena disana juga ramai orang, dalam artian pengunjung lokasi wisata. “Jadi kami beberapa waktu lalu ada yang terjerat dan sudah diberikan sanksi,”katanya.

Selanjutnya ia menjelaskan, jika terdapat warga yang tidak menggunakan masker maka akan diberikan teguran secara lisan, sanksi sosial hingga sanksi denda. “Termaksud sanksi menyanyikan lagu kebangsaan, namun ada juga yang tidak mau nanyi mereka memilih untuk membayar denda sebesar 50 ribu,”katanya. (dan)

error: Content is protected !!