Optimalisasi Pemanfaatan PLBN Aruk

RAKOR: Rapat koordinasi pengembangan PLBN Aruk bersama dengan Gubernur Kalimantan Barat di PLBN Aruk. IST

DJKN Kalbar Gelar Rakor di PLBN Aruk 

SAMBAS—Percepatan pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk merupakan isu sentral yang diusung dalam rapat koordinasi di Aula Wisma Indonesia, (10/02). Rapat koordinasi dipimpin Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dan diikuti Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili beserta jajaran.
Hadir pula Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kalbar Edward UP Nainggolan, Inspektur V Irjen Kemenkeu, Kakanwil DJPb Kalbar, Konjen Perdagangan, Rektor Untan, Kepala Kajati Kalbar, Danrem, Kabinda, Dirjen Perhubungan Darat, kementerian PUPR, Balai Karantina Perikanan, Bappenas, Imigrasi, BNPP dan dinas terkait lainnya.

Edward menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya rakor adalah bagaimana sinergi antar lembaga terkait untuk mengoptimalkan PLBN Aruk untuk perekonomian Sambas dan sekitarnya.

“Kita inventarisir isu strategis yang menghambat PLBN Aruk menjadi pusat pertumbuhan perekonomian yang baru di Kalbar. Untuk itu diharapkan ada Pokja untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan pengembangan PLBN Aruk bisa menjadi percontohan bagi perbatasan lain,” jelas Edward.
Selain itu, Edward juga menambahkan bahwa dana transfer daerah diperhitungkan atas perhitungan infrastruktur pusat yang dibangun di daerah. Pembangunan terminal barang internasional Aruk diharapkan akan memperlancar ekspor–impor melalui PLBN Aruk.

“Pemkab Sambas sudah melakukan percepatan ekspor melalui PLBN Aruk sejak Oktober 2019 untuk meningkatkan perekonomian masyarakat perbatasan,” kata Atbah.

Menurut Atbah, yang menjadi kendala proses ekspor melalui PLBN Aruk adalah belum adanya dryport, karantina perikanan dan tumbuhan, cold storage dan marketing point sebagai tempat transaksi pedagangan. Produksi cumi-cumi dari Kabupaten Sambas cukup melimpah namun proses ekspornya harus melalui Entikong, padahal lebih efisien kalau melalui Aruk.

Menanggapi hal tersebut Sutarmidji mengatakan PLBN Aruk sudah dua tahun yang lalu selesai dibangun, namun baru belakangan ini dimanfaatkan sehingga belum bisa memberikan kontribusi yang maksimal untuk ekonomi Sambas. Kawasan PLBN Aruk belum dilengkapi dengan kawasan industri yang mendukung roda pertumbuhan ekonomi.

Wilayah Kalbar khususnya Temajo sangat menarik minat wisatawan dari Malaysia untuk berkunjung dan kalau dikelola dengan baik akan menambah frekuensi yang melintasi perbatasan baik orang maupun barang. “Saya akan memonitor dan melaksanakan rapat lanjutan dengan instansi terkait untuk memastikan optimalisasi pemanfaatan PLBN Aruk dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat,” kata Sutarmidji. (r/*)

Read Previous

Mengontak Alien dari Langit Jogjakarta

Read Next

Sutarmidji Raker di Singkawang dan Sambas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *