Optimis Akhir 2021 Suntikkan 300 Juta Dosis

https://vaksin.kemkes.go.id/

LAJU vaksinasi di Indonesia mencapai 50 juta dosis dalam lima minggu. Karena itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berharap cakupan vaksinasi mencapai 300 juta dosis pada akhir 2021. Dia mengungkapkan, perhitungan dosis pertamanya bisa 168 juta orang atau 80,9 persen. Dosis kedua mencapai 123 juta orang atau 59 persen.

Untuk saat ini, lebih dari 200 juta dosis telah disuntikkan hingga Sabtu (6/11). Hal itu menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro merupakan kontribusi Indonesia dalam pengendalian Covid-19 di dunia. Capaian tersebut membawa Indonesia ke dalam lima negara dengan jumlah suntikan tertinggi bersama India, Amerika Serikat, Brasil, dan Jepang.

“Tekad WHO (organisasi kesehatan dunia) adalah memvaksinasi, minimal satu dosis, sekurang kurangnya 40 persen warga di setiap negara di dunia di akhir tahun ini, dan 70 persen di tahun depan,” tutur dr Reisa dalam jumpa pers Covid-19 pada (6/11).

Capaian itu mengartikan bahwa Indonesia telah melewati target WHO dan berada dalam arah yang sesuai menuju milestone selanjutnya.

Pemerintah juga mempermudah masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin Covid-19. Infrastruktur teknologi dibuat makin mudah diakses serta menampung segala informasi yang dibutuhkan. Salah satunya menu stok vaksin untuk meningkatkan transparansi dan kontrol. Baik di level provinsi maupun kabupaten/kota secara real-time.

Masyarakat hanya perlu membuka laman vaksin.kemkes.go.id. Klik menu Stock Vaksin di bagian atas, pilih provinsi atau kabupaten/kota. Kemudian, akan muncul data ketersediaan vaksin berbentuk tabel dan grafik.

Visualisasi dalam bentuk peta dibuat menarik. Warna biru menunjukkan estimasi stok vaksin aman hingga lebih dari 14 hari. Hijau berarti perkiraan stok cukup untuk 1.014 hari. Warna ku ning stok cukup untuk 710 hari. Dan, kalau merah, persediaan kurang dari 7 hari. (sya)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!