Optimis APBD 2021 Tercapai Rp6,8 Triliun, Jalan Bakal Mulus

PONTIANAK—Meskipun masih didera Pandemi Covid-19, Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Sutarmidji optimis bahwa APBD Tahun Anggaran 2021 bakalan meningkat secara signifikan.

“Saya berani perkirakan bahwa sampai Rp6,8 Triliun. Ada peningkatan yang cukup besar selama saya dengan Pak Norsan,” ucapnya seusai Paripurna Penyampaian Nota Penjelasan terhadap Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2021 di DPRD Kalbar.

Perkiraan tersebut diperkirakannya terhitung sejak awal pemerintahan Midji-Norsan akhir 2018 berjalan. Terjadi peningkatan jumlah APBD diperkirakan sebesar Rp1,6 triliun.

Dari APBD tersebut, Midji berharap persoalan infrastruktur, terutama jalan-jalan Provinsi di Kalimantan Barat cepat selesai. “Untuk sekarang tidak ada lagi mutu beton K125, saya maunya paling kurang K300. Harganya lebih mahal nggak masalah,” ujarnya.

Nah untuk persoalan jalan tanah, dan lebih tahan, Midji berharap Lapisan Pondasi Bawah (LPB) dan Lapisan Pondasi Atas (LPA) masing-masing 15-30 centimeter dengan aspal sekitar 5-7 Centimeter. Sehingga totalnya hampir mencapai 40 cm. “Bebannya bisa di atas 10 ton. Sehingga tidak cepat rusak jalan-jalan provinsi,” ujarnya.

Gubernur Midji melanjutkan bahwa untuk perhitungan seperti itu, jelas memakan biaya. Biayanya juga bakalan lebih mahal. ”Namun tak apa-apa, asalkan kuat. Dari nantinya baru tiga bulan dibangun sudah hancur,” ujarnya.

Di sisi lain, Gubernur Kalbar Sutarmidji meminta para penyedia jasa atau pelaksana proyek agar tak menawar sampai membuang hitungan angka hingga 20 persen. “Itu tidak masuk akal. Bagaimana mau untung. Kalau spek untungnya hanya 10 persen, pajak 11 persen. Ssudah 41 persen. Kan hancur barang itu. Saya nggak mau,” ujarnya.

Dia meminta menawar yang rasional saja. Kalau dibuang 3-4 persen, tidak ada masalah. Nah kalau sampai 18-20 persen, barangnya bakalan jadi seperti apa. ”Nggak benar kayak gitu,” ucap dia.

Di sisi lain, Gubernur Sutarmidji tidak ingin ada oknum pemain dari lingkungan dinas. “Saya sudah tandai orang-orangnya. Kalau saudara melihat saya sering mengganti orang, ya karena masalah itu. Tidak boleh ada seperti itu, karena menghambat program pembangunan,” ujarnya.(den)

loading...