Orca 03, Pemburu Kapal Pencuri Ikan

PENGAWAS: Kapal Pengawas Perikanan Ditjen PSDKP, Orca 03 yang dinobatkan sebagai kapal pengawas berkinerja terbaik pada semester 1 tahun 2020. ISTIMEWA

PONTIANAK – Sebanyak 71 kapal illegal fishing dari berbagai negara berhasil ditangkap oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak 10 bulan terakhir. Namun, semua itu mustahil terjadi jika tidak didukung oleh armada dan teknologi memadahi.

Seperti air surveillance yang mampu memindai kapal illegal fishing beroperasi di laut Indonesia melalui overlay data radar, vessel monitoring system (VMS) dan automatic identification system (AIS) yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian (PUSDAL) KKP.

Dari pengungkapan 71 kapal ikan asing itu, peran kapal patroli menjadi penting, salah satunya adalah Kapal Pengawas Perikanan Orca 03. Orca 03 adalah satu dari 28 kapal pengawas di bawah kendali Direktorat Jenderal Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang berada di garda terdepan mengawal kedaulatan pengelolaan perikanan.

Kapal ini memiliki cakupan pengawasan mencapai 100.034 mil laut persegi, tertinggi dibanding kapal pengawas lainnya. Penugasannya pun di area yang menjadi salah satu lokasi rawan illegal fishing yakni Laut Natuna Utara.

Saat ini, Kapal Pengawas Orca 03 menjadi kapal pengawas paling produktif sepanjang tahun 2020. Kapal ini juga dinobatkan sebagai Kapal Pengawas Perikanan berkinerja terbaik pada Semester I tahun 2020 dalam Rapat Konsolidasi Pengawasan SDKP di Laut yang dilaksanakan di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Kapal Pengawas Orca 03 dibangun tahun 2016 berbahan HTS-Aluminum dengan panjang badan 60 meter. Kecepatan jelajahnya mencapai 20 knot (mil laut per jam) dan kapal ini masuk kategori Kelas A.

Memperkuat perannya sebagai armada pengawas, Orca 03 dibekali berbagai fitur teknologi navigasi yang memadai seperti radar arpa, electronic chart display and information system (ECDIS), global positioning system (GPS), automatic identification system (AIS) dan echosounder serta peralatan komunikasi termasuk radio komunikasi dan Telsat.

Orca 03 menjadi momok bagi para pelaku illegal fishing khususnya di Laut Natuna Utara. Sepanjang tahun ini sudah 11 kapal ikan asing yang dilumpuhkan dan menjadi capaian tertinggi Kapal Pengawas Perikanan KKP.

Prestasi itu tidak mudah diperoleh. Orca 03 harus menghadapi kapal-kapal berukuran lebih besar yang acap memberikan perlawanan. Seperti di akhir April 2020, Orca 03 berhadapan dengan kapal ikan Vietnam yang ABK-nya berusaha melawan tim patroli. Kapal Vietnam akhirnya tenggelam dan ABK berhasil ditangkap.

Orca 03 yang dinakhodai Kapten Mohammad Ma’ruf tidak hanya gagah dalam melumpuhkan kapal ikan asing. Dia juga berkontribusi mengawal nelayan cantrang Pantura di Laut Natuna Utara, serta ikut mengusir Coast Guard China yang memasuki WPP-711 Laut Natuna Utara.

Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono memberikan apresiasi dan pujian atas kinerja para penjaga laut Indonesia tersebut.

“Penghargaan ini adalah apresiasi bagi yang berprestasi serta motivasi agar yang lain juga terpacu semangatnya,” ungkap Pung.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam keteranga pers  di Pontianak, Rabu (22/7) lalu, secara khusus mengapresiasi aksi awak kapal pengawas perikanan itu. Menurutnya, para awak kapal pengawas tak pernah gentar dalam menindak para pencuri ikan.

Sejak Oktober 2019, KKP telah berhasil menangkap sebanyak 66 unit kapal yang terdiri 49 kapal ikan asing dan 17 kapal berbendera Indonesia. Kapal Asing tersebut merupakan 22 kapal berbendera Vietnam, 14 kapal berbendera Filipina, 12 kapal berbendera Malaysia dan 1 kapal berbendera Taiwan.(arf)

error: Content is protected !!