Order Dupa Naik Jelang Imlek

MENJEMUR HIO: Seorang pria pekerja sedang menjemur hio di industri rumahan, di jalan Adisucipto, kabupaten Kubu Raya. Pengguna hio atau dupa meningkat dengan masuknya Imlek hingga Cap Go Meh mendatang. NARASI & FOTO HARYADI

PRODUSEN rumahan hio atau dupa tetap banyak pesanan menjelang hari besar Imlek dan Cap Go Meh. Permintaan terus mengalir, bahkan lebih besar dari hari biasanya.

Jika, hari-hari biasanya, permintaan hio, kebanyakan untuk sembahyang tanggal 15 atau upacara lainnya, tetapi saat Imlek, bakar hio cukup sering dilakukan.

Di rumah, mau pun di kelenteng yang biasanya akan ramai menjelang masuknya tanggal 1 Imlek.

Sebagaimana tahun sebelumnya, tahun tikus logam 2571 ini pun diharapkan membawa peruntungan bagus, khususnya di bidang ekonomi. Dimana, lesunya perekonomian dunia pun akan berdampak kepada industri-industri kecil lainnya.

Hio atau dupa hasil olahan pabrik ini, biasanya didistribusikan buat masyarakat kota Pontianak (masuk ke warung dan toko dupa), serta daerah lainnya seperti Ketapang, dan pantura Kalbar. Tetapi, kehadiran hio dan dupa lokal pun bersaing dengan hio dari luar. Jakarta, Surabaya, Medan bahkan dari luar negeri seperti Singapura, China dan lainnya.

Padahal, untuk yang lokal, bahan baku hio pun dipasok dari Jawa. Seperti Semarang, Surabaya dan Jakarta.

Apapun alasannya, keuntungan tetap bisa dipetik dari bisnis kecil-kecilan ini. Kalau tidak, tentu saja tidak dikerjakan. (*)

loading...