OSO Evakuasi Barang-barang Berharganya

ANCAMAN PASANG: Sukadana yang persis berada di tepian laut menjadi wilayah yang paling terancam dari kemungkinan pasang laut yang diperkirakan 4 – 5 meter di atas permukaan laut yang terjadi hari ini. ISTIMEWA

SUKADANA – Mantan Ketua DPD-RI Oesman Sapta Odang langsung memerintahkan karyawan-karyawannya agar mengevakuasi barang-barang berharga miliknya dari kediamannya. Perintah tersebut ditujukan pengusaha nasional asli Sukadana tersebut, menyikapi peringatan pasang air laut yang diprediksi mencapai 5 meter di atas permukaan laut yang bakal melanda Kayong Utara.

Tokoh nasional yang karib disapa OSO tersebut ternyata telah menghubungi Hartono yang merupakan Manager Hotel Mahkota Kayong Sukadana miliknya. Ia menghubungi Hartono melalui telepon genggam. Dia memerintahkan Hartono untuk mengamankan barang-barang miliknya, karena dikhawatirkan akan terjadi air pasang laut yang dapat merendam area rumah miliknya di Desa Sutera, Kecamatan Sukadana.

“Minggu malam saya dihubungi Pak OSO, diamankan saja barang-barang yang bisa diamankan di tempat yang lebih tinggi. Karena kemungkinan, diprediksi, ada berita informasi akan terjadi gelombang tinggi di Kayong Utara,” terang Hartono di kediaman OSO di Sukadana, Selasa (7/1). Hartono mengatakan,  beberapa barang elektronik di kediaman OSO  saat ini sudah mulai diamankan ke tempat yang lebih tinggi. Bahkan Hotel Mahkota Kayong yang tepat berada di tepi laut ini juga sudah mulai mengosongkan tamu-tamunya yang akan menginap di lantai dasar. Hal tersebut dilakukan mereka untuk mengantisipasi jika terjadinya pasang air laut yang dapat datang tiba-tiba.

“Yang diamankan barang-barang seperti televisi, elektronik-elektronik yang bisa rusak kalau kena air. Hotel juga, tamu-tamu mungkin kita amankan di lantai dua,” katanya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Kayong Utara, Kompol Hendrayuti mengatakan bahwa mereka telah siap siaga menanggapi kemungkinan terjadinya pasang laut. Sesuai instruksi pimpinan, mereka bahkan telah membuat Satgas Batingsor (Banjir, Puting Beliung, dan Tanah Longsor). Ia menambahkan, pada intinya melalui Satgas ini mereka akan mendorong Pemda, dalam hal ini leading sector-nya adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Mereka dipastikan akan bergerak apabila sebelum terjadi bencana. “Apa yang harus dilakukan, seperti perlengkapan di masing-masing istansi. sehingga jika kejadian itu benar terjadi, akan bertanggung jawab dengan siapa? Selanjutnya pada saat kejadian,  apa yang harus dilakukan,  selanjutnya pascaterjadi, apa yang harus dilakukan? Tentunya tujuannya satu, tidak ada korban,  hingga mengurangi kerugian harta benda,” ungkapnya.

Dalam hal ini ditegaskan dia bahwa semua personelnya akan disiapkan, dalam rangka mengantisipasi terjadinya kemungkinan bencana tersebut. “Kita juga sudah dapat masukan dari tokoh kita,  yaitu Pak OSO dan juga petunjuk langsung dari pimpinan,  dan kita jika diizinkan akan membuat Satgas Batingsor,” ungkapnya.

Menaggapi isu akan terjadinya tsunami di Kayong Utara, Polres Kayong Utara sendiri sebatas melakukan antisipasi.  Sebab,  kata dia,  apabila terjadi minimal mereka sudah mengambil langkah, apa yang akan dilakukan. “Minimal gerakan kita lebih cepat, lebih tepat, dan warga masyarakat Kayong Utara tidak ada satu pun korban, apalagi kerugian, baik harta benda mereka. Kita lihat sendiri, bagaimana kejadian di Jakarta, mobil dan lain sebagainya. Mudah-mudahan di kita tidak terjadi,” harapnya.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara menggelar rapat untuk mengantisipasi informasi terjadinya cuaca ekstrem dan pasang air laut di Kayong Utara, 8 – 9 Januari. Rapat tersebut dipimpin Bupati Kayong Utara Citra Duani beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Polres Kayong Utara, dan instansi lainnya di Ruang Rapat Bupati, Selasa (7/1) lalu.

Sementara itu, usai menggelar rapat, Bupati bersama tim yang terdiri dari Sekda, Polres, BPBD, Satpol PP, Manggala Agni, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Perhubungan, meninjau langsung rumah Oesman Sapta Oedang (OSO). “Lokasi ini (merupakan) salah satu titik rawan yang kita datangi, dan Beliau (OSO, Red) beramanah dua hari yang lalu, memberikan warning, Kayong Utara bisa terkena dampak banjir yang cukup tinggi yang bisa mencapai 4 meter. Sehubungan dengan itu, kita mengimbau kepada masyarakat, sedia payung sebelum hujan,” terang Citra saat ditemui di kediaman mantan Ketua DPD-RI tersebut di Jalan Irama Laut, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana. (dan)

error: Content is protected !!