Pacu Mahasiswa Melek Keuangan Syariah

GOES TO CAMPUS: Kepala OJK Kalbar, Moch Riezky F Purnomo, saat memberikan pemaparan dalam kegiatan OJK Goes to Campus 2021 yang bertempat di Aula Syekh Abdul Rani IAIN Pontianak, Senin (22/2).  SITI/PONTIANAKPOST

PONTIANAK – Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Barat (OJK Kalbar) mengajak mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FOSSEI) Kalimantan Barat menjadi agen literasi keuangan syariah. Kepala OJK Kalbar, Moch Riezky F Purnomo, menilai mahasiswa merupakan kelompok terpelajar di masyarakat sehingga memiliki peran strategis untuk membantu dalam upaya membumikan ekonomi syariah di tanah air.

“OJK Kalbar mengajak berbagai elemen masyarakat terutama mahasiswa untuk terus meningkatkan angka inklusi maupun literasi keuangan syariah di Indonesia. OJK memandang mahasiswa sebagai kelompok terpelajar di masyarakat sehingga memiliki peran strategis untuk membantu dalam upaya membumikan ekonomi syariah di Indonesia,” ungkap dia dalam kegiatan OJK goes to campus 2021, Senin (22/2).

Riezky menyatakan, saat ini literasi keuangan syariah masih cukup rendah, yakni hanya 8,93 persen, dan maupun inklusi keuangan syariah 9,10 persen, baik di level nasional. Padahal, kata dia, Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang tinggi untuk menjadi pemimpin dalam industri keuangan syariah di dunia mengingat posisi Indonesia sebagai Negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

OJK dengan tugas dan fungsinya, menurutnya, terus mengembangkan industri keuangan syariah nasional. Menurutnya, OJK telah memiliki arah kebijakan ke depan yang tercantum dalam Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) Tahun 2021-2025 yang berfokus pada tiga aspek kunci.

“Pertama yakni penguatan Lembaga Keuangan Syariah, OJK akan mendorong penguatan kelembagaan jasa keuangan syariah dengan mengedepankan keunggulan dan diferensiasi produk serta penguatan permodalan, SDM, dan TI yang mutakhir,” jelas dia.

Kemudian yang kedua, lanjut dia, penciptaan Demand Keuangan Syariah yang Berkelanjutan Antara lain dengan peningkatan literasi serta inklusi keuangan syariah guna memperluas basis nasabah dan membangun pemahaman masyarakat mengenai produk-produk keuangan syariah. Sementara yang ketiga, adalah terbentuknya Ekosistem Keuangan Syariah yang Terintegrasi dengan Industri Halal Antara lain melalui sinergitas antar lembaga keuangan syariah serta dukungan infrastruktur dan pembiayaan syariah hulu ke hilir

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pontianak,  Fachrurazi, M.M, perlu adanya sinergi antara dunia kampus dengan OJK maupun dengan praktisi keuangan syariah, dalam rangka mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya di Kalimantan Barat. Sinergi semacam ini sangat penting untuk penguatan dan pengembangan industri keuangan syariah di Kalimantan Barat.

Koordinator FOSSEI Regional Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, Mohammad Rafiuddin, mengatakan bahwa mahasiswa FOSSEI Regional Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, siap menjadi mitra OJK menjadi agen literasi keuangan syariah dan membumikan ekonomi syariah di Kalimantan Barat. Dia juga berharap kedepannya makin banyak sinergi dan kolaborasi yang dihadirkan untuk kemajuan industri keuangan syariah khususnya di Kalimantan Barat.  (sti)

error: Content is protected !!