Pakai Motor, Kapolda Cek Sarpas Polres Ketapang

PAKAI MOTOR : Kapolda Kalbar, Irjen Pol Remigius Sigid, mengendarai motor saat kunjungan ke Ketapang. ISTIMEWA

KETAPANG – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Barat, Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto, melakukan kunjungan kerja ke Ketapang. Kapolda dan rombongan tiba ke Ketapang pada Sabtu (4/7) melalui jalur darat. Bahkan, Kapolda mengendarai sepeda motor sendiri didampingi pejabat di lingkupan Polda Kalbar. Kunjungan Kapolda kali ini untuk meninjau sarana dan prasarana (Sarpas) Polres Ketapang menjelang Pilkada 2020 di Ketapang.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go, mengatakan kunjungan Kapolda Kalbar ini selain mengecek secara langsung beberapa sarana dan prasarana yang dimiliki Polres Ketapang dalam menghadapi Pilkada 2020 di Ketapang, juga memberikan arahan kewaspadaan dan kesiapan personil di segala kemungkinan.

“Tujuannya tentu mengingatkan dan meningkatkan kewaspadaan jajaran Polres Ketapang, khususnya personil, kesiapan sarana dan prasarana dalam menghadapi Pilkada 2020,” kata Charles Go, di Polres Ketapang, kemarin (5/7).

Dia menjelaskan, melihat kondisi sarana dan prasarana yang saat ini dimiliki Polres Ketapang, Kapolda meminta pihak Polres Ketapang untuk menginventarisir semua sarana dan prasarana yang ada. Jika beberapa sarana dan prasarana yang dianggap rusak dan tidak dapat lagi diperbaiki, maka segera mengirimkan laporan ke Polda Kalbar.

“Beliau berpesan sarana dan prasarana yang bisa dipelahara dengan baik. Kemudian kalau ada peralatan yang rusak permanen segera dibuatkan laporan ke Polda, agar dapat ditindaklanjuti dan dapat diganti,” pesannya.

Charles mengungkapkan, selain melihat langsung sarana dan prasarana yang dimiliki Polres Ketapang, pihak Polda Kalbar juga sudah melakukan pemetaan di beberapa kabupaten di Kalbar yang rawan gesekan pada Pilkada, salah satunya Kabupaten Sambas. “Sebetulnya ada beberapa hasil, baik yang dikeluarkan Bawaslu, yang menempatkan Sambas salah satu daerah rawan di Pilkada 2020 ini, kemudian yang lain boleh dikatakan aman,” ungkapnya.

Dari hasil informasi awal yang hanya menetapkan Sambas yang rawan terjadi gesekan menjelang Pilkada, namun pihak Polda Kalbar tidak akan lengah dan akan tetap melakukan pengamanan maksimal di setiap daerah yang akan melaksanakan Pilkada 2020. “Ini tidak menjadi patokan. Kepolisian tetap bekerja maksimal. Tidak berpedoman terhadap hasil penilaian itu. Kita tetap berusaha bekerja maksimal supaya tahapan-tahapan pilkada dapat kita amankan secara maksimal,” tegasnya.

Selain itu, dampak Covid-19 saat ini memaksa pihak penyelenggara Pilkada membuat kebijakan baru. Di antaranya mengurangi jumlah pemilih di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), sehingga akan berdampak kepada penambahan jumlah TPS. “BKO personil dari Polda tetap ada, mengingat jumlah TPS dalam pilkada tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yang di pilkada sebelumnnya 1 TPS 800 pemilih, sekarang hanya 500 karena pertimbangan Covid-19,” paparnya. (afi)

error: Content is protected !!