Pameran Seni Rupa ‘Borneo Metamorfosa’ Dibuka

TINJAU PAMERAN: Sekretaris Disdikbud Kalbar, Sugeng bersama Kepala UPT Taman Budaya Kristianus meninjau etalase Pameran Seni Rupa Borneo Metamorfosa di Gedung Taman Budaya Kalbar, Kamis (12/3) malam. IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST

Ajang Unjuk Karya 40 Perupa Bumi Khatulistiwa

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar pameran seni rupa bertajuk Borneo Metamorfosa. Sedikitnya ada 40 perupa se-Kalbar, baik yang senior maupun pelajar unjuk karya dalam pameran yang digelar hingga Minggu (15/3) mendatang itu.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

GEDUNG Taman Budaya Kalbar ramai dipadati warga yang ingin melihat beragam lukisan di hari pertama Pameran Seni Rupa Borneo Metamorfosa, Kamis (12/3) malam. Kegiatan yang digelar UPT Taman Budaya Kalbar ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar Sugeng. Selain Sugeng hadir pula Kepala UPT Taman Budaya Kristianus, unsur Forkopimda serta pelukis senior yang juga budayawan Kalbar Halim AR.

Kepala UPT Taman Budaya Kalbar Kristianus dalam laporannya mengungkapkan, Pameran Seni Rupa Borneo Metamorfosa melibatkan 40 perupa baik yang senior, junior maupun para pelajar. Di mana total karya yang dipamerkan ada 69 lukisan dengan beragam aliran.

Kegiatan ini digelar sebagai wadah bagi para perupa di Kalbar dalam memamerkan karyanya. Dengan harapan ke depan akan semakin banyak lagi karya-karya yang bisa diciptakan oleh para seniman lukis di provinsi ini. “Dalam pameran ini tidak hanya karya perupa profesional tapi kami juga melibatkan pelajar untuk bisa mengikuti pameran,” katanya.

Sementara itu Sektetaris Disdikbud Kalbar Sugeng berharap dengan kegiatan ini, ke depan bisa semakin memotivasi perupa di Kalbar untuk berkreasi meningkatkan kreativitas masing-masing. “Baik yang sudah senior maupun pelajar (genarasi muda), sebagai generasi penerus di bidang seni khususnya seni rupa ini,” harapnya.

Ia sangat menyambut baik kegiatan ini, karena para seniman atau perupa bisa mendapat wadah untuk berkarya. Ke depan ia berharap event ini bisa lebih diperbesar. Sesuai dengan tema Borneo Metamorfosa artinya tak hanya melibatkan para seniman di Kalbar tapi juga Pulau Kalimantan yang lebih luas.

“Kita tahu ada lima provinsi di Kalimantan, termasuk Malaysia dan Brunei, mungkin ke depan bisa mengundang semua (seniman) se-Pulau Kalimantan. Jadi saya harap bisa berkembang, tidak hanya Kalbar tapi luar provinsi hingga internasional,” paparnya.

Selain itu Sugeng juga menyarankan kegiatan seperti ini bisa digelar di tempat-tempat umum yang lebih luas. Seperti di mal atau pusat perbelanjaan. Dengan demikian secara tidak langsung karya perupa Kalbar yang luar biasa ini bisa diapresiasi masyarakat secara umum.

“Dan bisa menumbuhkan jiwa seni ke orang lain. Karena dengan seni orang yang hatinya keras bisa menjadi lembut. Seni bisa menjadi media pemersatu, lintas agama dan suku, semua sama-sama bisa berkreasi,” pungkasnya.

Seperti diketahui UPT Taman Budaya Kalbar menggelar beberapa even selama bulan Maret 2020 ini. Selain pameran lukisan, kegiatan selama 12-15 Maret juga dirangkaikan dengan beberapa lomba, seperti lomba lukis alam, tari dayak, menyanyi lagu melayu, cipta lagu dan ada workshop manajemen pertunjukan. (*)

Read Previous

Tom Hanks Positif Korona

Read Next

Sinergi Minimalisir Dampak Banjir dan Genangan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *