Pandangan Sekilas Pendidikan Usia Dini di Australia

opini pontianak post

Oleh: Leo Sutrisno

DALAM pengarahan rapat terbatas tentang pembuatan peta jalan pendidikan Indonesia 2020-2035, 4-6-2020, Presiden menyinggung empat hal harus diperhatikan. Salah satu di antaranya, pengembangan sumber daya manusia masa depan tidak lagi didasarkan pada pengetahuan yang telah dipergunakan di masa lalu tetapi pengetahuan yang diperlukan di masa depan.

Presiden juga mendorong agar mempelajari lebih dahulu apa yang telah dilakukan oleh sejumlah negara yang berhasil menyiapkan SDM masa depan. Di antaranya, Australia pada pendidikan usia dini, Finlandia pada pendidikan dasar dan menengah, Jerman pendidikan vokasi, dan Korea Selatan pendidikan tinggi. Dalam tulisan ini akan disajikan pandangan sekilas pendidikan usia dini di Australia.

Usia wajib sekolah di Australia bervariasi antara umur empat/lima/enam hingga umur 15/16/17 tahun tergantung aturan yang berlaku di masing-masing negara bagian dan teritori. Karena itu, lama kehadiran anak-anak pada pendidikan usia dini juga bervariasi.

Di Australia tidak memiliki aturan khusus tentang pendidikan Pra-sekolah serta bukan termasuk program wajib belajar. Namun, bagi sebagian besar anak-anak Australia, memperoleh pelajaran pertama kali di luar lingkungan keluarga adalah dari tempat penitipan anak (day care) atau dari ‘playgroup’ yang diselenggarakan perseorangan.

Dari sini, anak masuk ke PAUD atau TK-A (preschool education). Kecuali di negara bagian Australia Barat, preschool dipisahkan dari pendidikan SD.  Di negara bagian Queensland, pendidikan sebelum sekolah dasar disebut Taman Kanak Kanak B (Kindergarten atau Pre-Prep). Pada umumnya dikelola oleh swasta. Namun, agar memperoleh dana dari pemerintah dipersyaratkan agar diajar oleh para guru yang bersertifikat dan terdaftar serta  memiliki jam belajar minimal selama 600 jam/per tahun.

Kecuali di negara bagian Victoria, Australia Selatan dan New South Wales, pada umumnya preschool dikelola pemerintah. Rentang usia berkisar antara dari 3 hingga 5 tahun. Ke luar dari preschool, mereka masuk ke TK-B (pre-school/Pre-Year 1).

Kecuali di negara bagian Tasmania, wajib belajar dimulai pada usia 6 tahun. Di Tasmania, wajib belajar dimulai pada usia 5 tahun. Mereka yang berusia antara 4.5 – 5.5 tahun dimasukkan ke program semacam TK-B, dengan berbagai nama lokal. Di antaranya adalah: Pre-Year 1, Year K, Registration,  Preparation (“Prep”) dan Transition.

Kecuali di tingkat Pre-Year 1 (TK-B), tidak tersedia kurikulum yang baku pendidikan pra sekolah. Dari Pre-Year 1 hingga Year 10, siswa  wajib mempelajari: Bahasa Inggris, Matematika, IPA, Humaniora dan IPS, Kesenian, Teknologi, Kesehatan dan Olah Raga, serta sejumlah bahasa lain.

Sejauh penelitian tentang pendidikan usia dini yang dapat dikumpulkan terdapat kesamaan pendapat yang menggarisbawahi bahwa periode usia dini merupakan masa kritis untuk mempelajari secara intensif tentang sesuatu yang akan menjadi dasar keberhasilan kehidupan mereka selanjutnya, baik secara akademis maupun sosial. Namun, literatur juga menunjukkan hubungan yang rumit antara hasil-‘outcome’, kehadiran anak-anak di program pendidikan usia dini, serta program-program  pengasuhannya.

Australian Institute of Health and Welfare, 2015, menerbitkan rangkuman literatur yang komprehesif tentang pendidikan usia dini di Australia. Rangkuman itu dibagi menjadi dua periode: usia 0-3 tahun (masa pengasuhan bayi) dan usia 3-5 tahun (masa preschool). Berikut sejumlah temuannya.

Masa usia 0-3 tahun

  1. Kehadiran mereka yang berasal dari keluarga yang kurang mampu pada lembaga-lembaga penitipan anak day care/playgroup, tidak berpengaruh secara signifikan pada perkembangan bahasa dan kognitifnya.
  2. Namun, sungguh bermanfaat jika ditilik dari segi kualitas pengasuhannya. Penyediaan pengasuhan yang berkualiatas akan sangat membantu perkembangan baik kognitif maupun bahasanya.
  3. Pangaruh lama waktu (dalam jam) di day care/preschool meningkatkan perkembangan intelektual, independensi, konseptrasi dan sosiabilitas anak. Tetapi, juga meningkatkan kecenderungan pertumbuhan anti-sosialnya di masa depan.
  4. Anak-anak yang menerima pola pengasuhan yang berkualitas dalam program day care/preschool mengalami peningkatan kompetensi sosial serta pembendaharaan kosa kata. Sebaliknya, impulsivitasnya menurun.
  5. Pola pengasuhan yang berkualitas tinggi sangat berguna pada anak-anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Namun, perlu diingat bahwa ada sensitivitas cultural yang perlu dipertimbangkan agar tidak terjadi hal yang sebaliknya.

Masa usia 3-5 tahun

  1. Kehadiran anak pada preschool atau day care yang juga melaksanakan program preschool meningkatkan perkembangan kognitif dan sosialnya. Hasil tes awal di Kelas 1 (SD) bagus.
  2. Lama kehadiran di preschool (dalam bulan) berkorelasi positif dengan peningkatan perkembangan intelektual, independensi, konsentrasi, serta sosiabilitas anak. Tetapi, tidak ada perbedaan yang siginifikan antara mereka yang penuh waktu dan yang paruh waktu.
  3. Penelitian longitudinal menunjukkan anak-anak berada di preschool yang berkualitas memiliki kemampuan sosial serta kesehatan emosional yang tinggi, sehingga dengan mudah melalui masa transisinya di SD, Kelas 1. Dampak ini lebih kuat bagi anak-anak yang berasal dari preschool yang beragam latar belakang sosialnya.
  4. Anak-anak yang berasal dari komunitas yang kurang beruntung sangat terbantu oleh kehadirannya di preschool yang berkualitas. Namun, sekali lagi diingatkan keadaan ini secara kultural sangat sensitif. Karena itu, perlu dipertimbangkan dengan matang.

Inilah beberapa hal awal yang mungkin dapat digunakan sebagai pintu masuk tentang   pendidikan usia dini  Australia. Semoga!**

*Penulis, Pemerhati Pendidikan