Pandemi Covid-19, Kemenkeu Ubah Periode Penerbitan Sukuk

Foto ilustrasi

JAKARTA- Pandemi Covid-19 ikut berdampak ke periode penerbitan sukuk tabungan seri ST-007 menjadi hanya satu kali selama 2020.

Kementerian Keuangan memutuskan hal itu setelah mencermati masyarakat menahan pengeluaran atau belanja akibat ketidakpastian dampak virus Corona.

“Akibatnya banyak dana idle, di sisi lain pandemi belum pasti selesai kapan,” kata Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Dwi Iriati Hadiningdyah dalam webinar Sharia Investment Week (SIW) 2020 yang dipantau di Jakarta, Senin.

Menurut dia, sebelum Covid-19 muncul, pemerintah berencana menerbitkan sukuk tabungan atau green sukuk ritel itu dua kali tahun ini dan sukuk ritel hanya sekali.

Namun, lanjut dia, pandemi membuat pemerintah menyesuaikan periode penawaran menjadi sekali untuk green sukuk itu dan sukuk ritel menjadi dua kali.

Dia menjelaskan sukuk tabungan merupakan instrumen investasi berbasis syariah yang tidak bisa diperjualbelikan atau nontradeable dalam jangka waktu dua tahun sedangkan sukuk ritel bisa diperjualbelikan (tradeable).

“Karena (pandemi) ini belum ada kepastian, kita ubah strateginya bukan sukuk tabungan kita terbitkan (lebih dulu) tapi sukuk ritel yang tradeable karena sukuk tabungan itu nontradeable,” katanya.

Dengan begitu, jika investor sukuk ritel ingin tetap berinvestasi di kala pandemi namun ingin menarik dananya ketika dibutuhkan, mereka masih bisa menjual kepemilikan sukuk ritelnya karena sifatnya yang tradeable.

“Begitu September kita terbitkan sukuk ritel, dua bulan masa holding periode berarti Oktober-November, maka Desember untuk seri SR-013 itu sudah bisa diperjualbelikan,” katanya. (ant)

error: Content is protected !!