Panitia Pelaksana MTQ XXVIII Usulkan SK Baru;  Zakaria Tetap Jabat Ketua Harian

RAPAT KOORDINASI: Panitia Pelaksana MTQ XXVIII melakukan rapat koordinasi guna membahas terkait tindak lanjut pelaksanaan MTQ di Kabupaten Sekadau di Ruang Rapat Asisten I Setda Kabupaten Sekadau, Jumat (3/7). SIGIT ADRIYANTO/PONTIANAK POST

SEKADAU – Zakaria, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sekadau diusulkan untuk tetap sebagai Ketua Harian Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Barat XXVIII di Kabupaten Sekadau. Usulan tersebut berdasarkan keputusan rapat koordinasi bersama Panitia MTQ XXVIII Provinsi Kalbar di Kabupaten Sekadau, di Ruang Rapat Asisten I Setda Kabupaten Sekadau, Jumat (3/7).

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Sekadau, Nurhadi, saat memimpin rapat tersebut memastikan persiapan menjelang pelaksanaan MTQ XXVIII di Kabupaten Sekadau terus dilakukan. Dalam agenda rapat tersebut mereka juga turut membahas tekait pengusulan surat keputusan (SK) mengenai perubahan jabatan ketua harian yang dijabat oleh Zakaria. Pasalnya, dia menambahkan, Zakaria sebelumnya merupakan Sekda Sekadau namun kini telah purna tugas (pensiun).

Dalam usulan SK yang baru tersebut, kata Nurhadi, forum menyetujui agar Zakaria tetap menempati posisi ketua harian, sama seperti sebelumnya. Hanya saja, sambungnya, mengenai jabatan Sekda yang sebelumnya diketahui atas nama Zakaria, dalam usulan yang baru mungkin akan diubah.

“Namun untuk pembahasan menyangkut ini (pengusulan SK baru) masih akan kita kaji dan nantinya akan kita usulkan ke Pak Bupati (Rupinus). Apabila disetujui nantinya akan dilanjutkan ke Pak Gubernur (Sutarmidji),” katanya kepada awak media. “Kalau untuk susunan kepanitiaan yang lain masih belum ada keputusan untuk diubah. Karena untuk saat ini, hanya fokus untuk pengubahan jabatan ketua harian dan juga ketua III,” timpalnya.

Dia pun memastikan bahwa pihaknya akan bertindak cepat mengenai usulan perubahan SK tersebut. Mengingat, waktu pelaksanaan MTQ XVIII tingkat Provinsi Kalbar, diungkapkan dia, akan dijadwalkan akan berlangsung kurang lebih dua bulan lagi, atau tepatnya pada September mendatang.

“Kalau SK yang kita usulkan nanti disetujui oleh Pak Gubernur, nanti kami pastikan akan dengan cepat kami tindaklankuti untuk pembuatan SK yang baru,” tuturnya.

Terkait langkah lanjut, Nurhadi mengatakan bahwa pihaknya juga akan mengadakan rapat konsolidasi secara rutin dengan menyertakan susunan kepanitian yang telah terbentuk sebelumnya. Khususnya mereka akan membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan persiapan dan kebutuhan pelaksanaan MTQ ke-XVIII tingkat Provinsi Kalbar di Kabupaten Sekadau. “Kalau mengenai kesiapan MTQ sendiri sampai saat ini sudah 80 persen. Sebenarnya kemarin sudah sangat siap apabila dilaksanakan bulan April. Namun karena situasi dan kondisi tengah berada di tengah wabah Covid-19, jadi harus ditunda kembali yang sebelumnya bulan Juni pasca Idulfitri, kemudian diundur lagi jadi 13 September mendatang,” terangnya.

Sementara terkait apakah gelaran MTQ akan dilaksanakan sesuai jadwal atau mengalami pengunduran lagi, ke depan ia berharap agar pihak LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran) tingkat Provinsi Kalbar untuk selalu men-update seputar perkembangan pelaksanaannya. “Paling tidak sebulan sebelum pelaksanaan kita sudah diberitahu. Jadi apabila memang jadi dilaksanakan sesuai jadwal, panitia bisa fokus bekerja untuk kesiapan pelaksanaan,” ucapnya.

Sementara untuk persiapan tempat tinggal peserta (khafilah) dari berbagai kabupaten/kota se-Kalbar, Nurhadi memastikan bahwa pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak hotel di sekitar Sekadau. Selain itu koordinasi juga mereka lakukan terhadap rumah tinggal yang sebelumnya memang sudah disediakan oleh panitia untuk ditempati kenyamanan para peserta yang datang.

Lebih jauh, Nurhadi juga mengungkapkan bahwa terkait pelaksanaan MTQ XXVIII tingkat Provinsi Kalbar di Kabupaten Sekadau, kali ini juga akan dilakukan sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan yang ada. Pasalnya tak dipungkiri dia jika kondisi saat ini masih rawan di tengah wabah Covid-19.

“Apabila tetap dilaksanakan sesuai jadwal pda 13 September, kita akan berlakukan peraturan ekstra. Ya mungkin kita utamakan penerapan protokol kesehatan di setiap kegiatan yang berlangsung, mulai dari pembukaan sampai penutup,” pungkasnya. (Sig)

loading...