Pantang Pulang Sebelum Listrik Menyala

Komitmen Pekerja PLN dalam Amankan Pasokan Listrik

PONTIANAK – Memastikan pelanggan dapat menikmati listrik dengan aman dan nyaman menjadi komitmen utama dalam menjalankan proses bisnis kelistrikan. Memang bukan suatu hal yang mudah untuk tetap menjaga integritas layanan. Luasnya wilayah kerja ditambah dengan panjang jaringan transmisi dan distribusi tidak menyurutkan tekad pekerja PLN untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.

Berjibaku dalam ketinggian jaringan SUTT 150 kV dalam keadaan bertegangan untuk pekerjaan rekonduktoring empat jalur transmisi, yakni ; jalur Bengkayang – Singkawang, Singkawang – PLTU 2 Kalbar, Mempawah – PLTU 2 Kalbar, dan Parit Baru – Mempawah demi memastikan listrik dapat tersalurkan hingga ke daerah Kota dan Kabupaten.

Sementara dari sisi distribusi 20 kV, perjuangan pekerja PLN di Putussibau dalam mengatasi gangguan listrik di Desa Bunut Tengah Kabupaten Kapuas Hulu perlu mendapat apresiasi. Gangguan pada trafo distribusi menyebabkan Desa Bunut Tengah gelap gulita. Seluruh material distribusi, mulai dari trafo hingga lemari bagi terpaksa diangkut lewat sungai.
“Butuh waktu tiga jam dari Putussibau lewat jalur darat, lalu perjalanan kami lanjutkan lewat jalur air dengan menggunakan perahu warga selama kurang lebih tiga jam. Dengan dibantu warga akhirnya seluruh pekerjaan dapat diselesaikan, dan masyarakat pun dapat segera menikmati listrik dengan aman dan nyaman,” ungkap Ibnu Surya Wardhana, Manager PLN ULP Putussibau.

Tidak ada yang sia-sia dalam tiap tetesan keringat, karena tiap tetesan keringat terhitung ibadah yang Insya Allah akan membawa keberkahan bagi keluarga, serta bagi orang-orang.

Mari peduli akan keberadaan listrik dengan turut menjaganya, karena sejatinya listrik milik bersama. (mse/r)

error: Content is protected !!