Pantau Kesehatan Ibu Hamil

Simbolis: Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan secara simbolis menyerahkan honorarium bagi kader Posyandu di Desa Parit Baru.Ashri/Pontianak Post

SUNGAI RAYA – Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Marijan mengatakan, selain mengampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), ke depan pihaknya akan memastikan terpenuhinya asupan gizi seimbang dan kesehatan setiap ibu hamil di Kubu Raya. Salah satu cara yang dilakukan untuk merealisasikan hal tersebut yakni dengan melakukan program gerakan masyarakat mencari ibu hamil yang ada di setiap desa di Kubu Raya.

“Untuk tahap awal, kami mohon bantuan Kepala Desa Parit Baru, dusun, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta kader kesehatan, untuk dapat mengumpulkan dan mendata ibu hamil di Desa Parit Baru, sehingga bisa membuat kami lebih mudah memantau kondisi kesehatan para ibu hamil tersebut,” kata Marijan, Senin (2/9) usai menghadiri Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang dirangkaikan dengan pemberian honorium kader posyandu di Gedung Serba Guna Masjid Al-Muhajirin Desa Parit Baru.

Kata Marijan, ketika ibu hamil sudah ditemukan dan terdata, maka akan mudah untuk melakukan upaya pencegahan berbagai risiko. Ibu hamil pun juga akan paham dengan kesehatan. “Jika ibu hamil sudah paham dengan kesehatan, maka yang bersangkutan akan berkeinginan janinnya bagus, bayinya sehat. Dan jika ia ingin janinnya bagus, maka ia akan terus memeriksakan kesehatan di puskesmas atau puskesdes,” jelasnya.

Menurutnya semua ibu hamil di Kubu Raya sudah seharusnya mendapatkan pelayanan yang maksimal. Di kesempatan yang sama, kata Marijan, saat ini Pemerintah Kubu Raya saat ini telah meluncurkan kegiatan pelayanan Selasa dan Jumat (Salju) terpadu. Kegiatan ini telah berjalan dengan lancar. “Untuk hari Selasa itu pelayanan kesehatan ibu dan anak. Sedangkan di hari Jumat, perangkat desa dan jajaran puskesmas akan mengunjungi rumah warga untuk pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan penyakit tidak menular,” ujarnya. Lantaran pelayanan tersebut diberikan secara gratis, Marijan pun berharap masyarakat bisa memanfaatkan progam layanan kesehatan yang digelar setiap selasa dan jumat tersebut.

Kepala Desa Parit Baru, Musa menerangkan saat ini Desa Parit Baru tidak lagi mengampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, melainkan sudah mempraktikkannya. melalui posyandu dan dari puskesmas dalam satu pekan, delapan kali mengunjungi rumah warga yang dibiayai melalui APBDes Parit Baru. “Dalam beberapa hari ini saja, lebih dari 60 warga yang kami kunjungi untuk memastikan warga Desa Parit Baru dalam kondisi sehat,” ucap Musa.

Musa menjelaskan, pihaknya telah membuktikan berjalannya kampanye Germas di Desa Parit Baru, bahkan telah menganggarkan melalui APBDes. Desa Parit Baru bahkan merupakan desa yang terbesar dalam menganggarkan bidang kesehatan, yakni sebesar Rp 263 juta. “Nilai anggaran ini bukan hanya terbesar di Kubu Raya namun terbesar di Provinsi Kalimantan Barat untuk yang nonfisik,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan yang membuka kampanye gerakan masyarakat hidup sehat dan secara simbolis menyerahkan honorium kader posyandu menegaskan Pemerintah Kubu Raya terus berupaya melakukan percepatan di segala sektor termasuk kesehatan, melalui strategi kebijakan dengan melibatkan semua komponen masyarakat.

“Persoalan yang besar yang harus utama kita selesaikan adalah masalah derajat kesehatan masyarakat. Jika persoalan derajat kesehatan ini tidak kita selesaikan dan lakukan percepatan, maka tidak akan tercipta manusia-manusia yang unggul,” jelas Muda Mahendrawan. Muda mengatakan, dalam penyelesaian persoalan kesehatan diperlukan konsep gerakan. Karena konsep gerakan ini akan mampu mengubah cara pandang dan perspektif yang lebih cepat. “Kami gerakkan mulai dari rumah tangga, karena yang diurus ini adalah rumah tangga-rumah tangga,” jelasnya.

Muda juga mengapresiasi langkah dan upaya Pemerintah Desa Parit Baru dalam meningkatkan derajat kesehatan terutama kesehatan ibu dan anak. “Ini adalah hal yang sangat penting, bagaimana kita bisa menciptakan sumber daya manusia yang unggul jika persoalan kesehatan seperti stunting masih menghantui masyarakat,” ujarnya.

Muda berharap, ke depannya program-program desa mendukung arah program Pemerintah Kabupaten terutama di bidang kesehatan. Ia mengungkapkan, sejak tiga tahun terakhir, angka kematian ibu dan balita, gizi buruk, dan stunting mengalami peningkatan. “Ini tidak boleh terus terjadi dan harus kita turunkan semaksimal mungkin,” tegasnya. (ash)

Read Previous

Membentuk Paradigma Sehat dari Desa

Read Next

Perlu Ketegasan Mengenai Titik yang Perlu Digarap

Tinggalkan Balasan

Most Popular