Pantau PTM dan Pengambilan Sampel dengan GeNose C19

Teks foto : Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan memantau pelaksanaan PTM sekaligus pengambilan sampel dengan GeNose C19 di SMA Negeri 1 Sungai Raya

SUNGAI RAYA – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kubu Raya, Rosalina dan Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Marijan kembali memantau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sejumlah sekolah di Kecamatan Sungai Raya.

Setelah sebelumnya meninjau PTM di SD Negeri 14 dan SMP Negeri 1 Sungai Raya, pada Kamis (25/2), Muda kembali memantau PTM sekaligus pengambilan deteksi GeNose C19 di SMA Negeri 1 Sungai Raya. Sampel diambil dari sebanyak 115 orang yang terdiri atas 75 orang guru dan 40 orang siswa.

Muda menerangkan, pengambilan sampel GeNose C19 dilakukan secara bertahap dan mengutamakan terlebih dahulu sekolah-sekolah. Ia mengungkapkan ke depan setelah di sekolah-sekolah, dinas terkait juga akan mengambil sampel deteksi GeNose C19 di sejumlah tempat seperti di Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Sungai Ambawang maupun terminal lainnya.

“Untuk di dermaga kami utamakan di dermaga di Rasau Jaya, Sukalanting, dan Parit Sarem Desa Punggur. Selain itu juga diberbagai kesempatan agenda masyarakat Kubu Raya. Semua proses pengambilan sampel ini gratis,” kata Muda, Kamis (25/1) usai meninjau PTM di SMA Negeri 1 Sungai Raya.

Kata Muda, sekolah menjadi prioritas sekaligus penyemangat dalam proses PTM. Pengambilan sampel deteksi GeNose C19, lanjutnya, juga untuk melihat bagaimana penerapan protokol kesehatan dan petunjuk teknis yang telah ditentukan dari menteri sampai ke daerah.

“Kami datang ke sini sebagai upaya untuk memastikan dan memberikan motivasi serta semangat dan juga melakukan deteksi awal dengan alat GeNose C19 terhadap para pelajar dan juga guru-guru. Karena hal ini sangat penting untuk kita membuat situasi yang lebih tenang dan aman di sekolah dan juga bisa dikendalikan,” ungkapnya.

Bupati Pertama Kubu Raya ini juga meminta kepada guru-guru khususnya di Kecamatan Sungai Raya selanjutnya bisa diambil sampelnya per dua minggu di puskesmas terdekat. Seperti di Puskesmas Sungai Durian maupun Puskesmas Sungai Raya Dalam. Sebab ia menilai di daerah padat seperti Sungai Raya perlu dilakukan deteksi secara rutin hingga situasi benar-benar aman.

“Hingga saat ini deteksi GeNose C19 sudah dilakukan di puskesmas, sejumlah desa, dan kecamatan yang berada di perkotaan dan memiliki jumlah penduduk yang padat. Ini yang lebih kita utamakan. Karena ketika ada kasus keterjangkitan, daerah-daerah inilah yang paling sering ada kasus Covid-19,” pungkasnya. (ash)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!