PARADIGMA PEMBELAJARAN ABAD 21; Melangkah Maju atau Tertinggal Jauh

Oleh : Rino Lusiyono Lucius, S. Pd

Pembelajaran Abad 21 yaitu pembelajaran yang berintegrasi pada kemampuan literasi, kecakapan pengetahuan, keterampilan dan sikap, serta penguasaan terhadap teknologi. Hal terpenting dalam sebuah proses pendidikan adalah literasi, karena siswa yang dapat melaksanakan literasi secara maksimal akan mendapatkan pengalaman belajar yang jauh lebih baik, tentunya harus didukung dengan penguasaan teknologi pula.

Untuk mendorong peran aktif siswa tentunya tak lepas dari sosok seorang guru. Guru yang tak sekadar mengajarkan, melainkan memotivasi, mengapresiasi, mengarahkan, membimbing dan menjadi teladan serta panutan. Baik itu dalam kecakapan pengetahuan maupun kepribadian dan sosial.

Dewasa ini menjadi Seorang guru merupakan Profesi yang mulai mendapat tempat dihati semua orang. Keinginan menjadi tenaga pendidik semakin diminati. Hal ini dibuktikan dengan menjamurnya lulusan keguruan dan tingginya minat masuk ke Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta, yang memiliki program Studi Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Peluang dan kesejahteraan menjadi seorang guru seolah menjadi daya tarik tersendiri.

Berbahagialah para guru yang saat ini sudah mendapatkan gelar sebagai seorang guru. Karena diluar sana masih banyak orang yang sedang berjuang untuk berada diposisi anda saat ini. Terlebih bagi Guru yang telah bersertifikasi, sebab terlepas statusnya sebagai  Guru PNS maupun Non  PNS, menjadi guru yang telah bersertifikasi merupakan keinginan dan harapan semua Guru.

Bukan saja tentang dana tunjangan yang didapatkan, melainkan Guru yang telah memiliki sertifikat Pendidik tentunya akan merasa lebih percaya diri karena telah mengantongi gelar Guru Profesional. Ada ungkapan yang mengatakan “Semua orang bisa menjadi guru, namun tidak semua guru berhasil menjadi guru” artinya siapa saja mungkin bisa menjadi guru, namun tidak semua Guru bisa menjadi Pendidik yang benar – benar memahami tugas dan peran serta tanggung jawab seorang guru.  Hal ini merupakan syarat mutlak dan menjadi tolak ukur keberhasilan guru dalam meningkatkan kompetensinya menuju kata profesional.

MENJADI GURU PROFESIONAL

Profesional yang dimaksud tak hanya tentang kualitas, melainkan juga linearitas yaitu kesesuaian Ijazah seorang Pendidik dengan Sertifikat Pendidik yang dimilikinya. Oleh karena itu seseorang dianggap guru professional jika sudah mengantongi Sertifikat pendidik yang linear dengan Ijazah. Namun untuk permasalahan kualitas, mengantongi sertifikat pendidik saja tidak cukup menjadikan kita seorang guru yang diharapkan, sebagaimana tantangan pendidikan abad 21 saat ini.

Sejatinya seorang guru yang baik akan terus mengasah kemampuannya dengan berbagai macam kegiatan dan aktifitas yang dapat meningkatkan kualitas secara personal. Semua itu bisa terwujud dengan mengikuti berbagai macam kegiatan seperti Kelompok Kerja Guru (KKG)  atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan mengikuti berbagai macam Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) yang dapat menunjang Peningkatan mutu tenaga pendidik  itu sendiri. Untuk dapat mewujudkan itu semua guru hendaklah berlomba- lomba meningkatkan kompetensinya agar tidak terlalu jauh tertinggal lajunya perkembangan zaman bahkan tertinggal jauh dengan sesama guru. Kompetensi yang dimaksud meliputi ; kompetensi pedagogik, professional, sosial dan Kepribadian.

Bukan hanya ke empat hal tersebut melainkan yang saat ini fundamental yaitu penguasaan teknologi untuk mendukung kompetensi profesional dan pedagogik seorang guru. Penguasaan teknologi yang baik tentunya akan membantu guru dalam mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern, dalam upaya menghadapi pembelajaran abad 21.

GURU PEMBELAJAR

Seorang guru juga dituntut untuk merubah pembelajaran yang awalnya hanya berpusat pada guru sebagai sumber informasi satu – satunya, menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dengan kata lain siswa diberikan keleluasaan untuk menggali sumber informasi sebanyak – banyaknya dari mana saja yang relevan, salah satu diantaranya adalah Internet, dan guru hanya menjadi fasilitator saja. Namun jangan sampai guru hanya berdiam diri tanpa melakukan perubahan apa – apa, semua itu harus didukung dengan kualitas individu yang baik. Guru harus bisa menguasai teknologi untuk menunjang pembelajaran abad 21.

Mulai dari penggunaan Email dalam berbagai aktifitas, menggunakan perangkat penunjang pembelajaran lainnya (printer, scaner dan Proyektor), membuat media pembelajaran Interaktif, video pembelajaran, memanfaatkan layanan kelas digital, dan berbagai kegiatan lainnya yang bisa merubah gaya pembelajaran yang lama.

Merubah Pembelajaran yang awalnya monoton dan membosankan menjadi lebih menyenangkan, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai. Seorang guru harus menyadari bahwa  menjadi guru yang baik adalah dengan menjadikan dirinya guru pembelajar. Guru pembelajar adalah guru yang terus dan terus belajar dan berkarya sepanjang hayat, agar ilmu pengetahuan dan karyanya benar – benar memberi manfaat untuk kemajuan bangsa.**

*)  Guru SMAN 2 Mandor, Kab. Landak-Kalbar

loading...